Lafaz Allah di Perbukitan Kota Sawahlunto Tertangkap Citra Satelit Google

lafadz Allah di perbukitan Sawahlunto

lafadz Allah di perbukitan Sawahlunto

Langgam.id Citra satelit Google memperlihatkan adanya penampakan berbentuk lafadz Allah di daerah Kota Sawahlunto, Sumatra Barat (Sumbar). Guratan lafadz Allah itu berada di area perbukitan yang dikelilingi hutan belantara.

Awalnya, tulisan lafadz Allah itu tak sengaja ditemukan oleh seorang relawan kebencanaan bernama Ade Rahadian (53) yang baru saja menginstal aplikasi Google Earth di handphone-nya. Keisengan Ade awalnya melihat peta Sumbar, khususnya wilayah Sawahlunto.

“Tahunya tanggal beberapa hari yang lalu. Saya baru install Google Earth, iseng-iseng buka peta Sumbar, khususnya Sawahlunto kalau ada yang menarik dari guratan-guratan bumi. Saya putar-putar peta, ketemu seperti lafadz Allah gitu. Saya zoom ternyata iya,” katanya kepada langgam.id, Senin (10/8/2020).

Hasil temuannya ini juga di-posting ke kanal YouTube Ade Rahadian pada tanggal 6 Agustus 2020. Video itu dia beri judul ‘Lafadz Allah di Google Map Sumatra Barat’.

Ade memperkirakan lokasi lafadz Allah itu berada di dekat perbukitan. Jika dilihat dari peta berada di Nagari Talawi, Kota Sawahlunto. Namun belum diketahui apakah guratan tersebut terbentuk alami atau buatan manusia.

“Apakah sawah atau kebun dan bahkan lereng tidak tahu juga. Saya zoom seperti ada sawah kering gitu. Itu seperti di daerah Talawi. Kalau di peta Google Earth itu, 4 kilometer sebelah timur dari Kota Sawahlunto,” jelasnya.

Ade menduga hanya ada jalan setapak untuk menuju ke wilayah tersebut. Sebab, dari tangkapan citra satelit tidak ditemukan jalan menuju ke guratan berbentuk lafadz Allah.

“Kalau jalan tidak terlihat, mungkin jalan setapak, jalan besar tidak terlihat. Ming itu sawah atau ladang. Apakah sengaja dibuat atau terbentuk alami kurang paham juga,” ujarnya.

Sementara itu, penelusuran langgam.id mengunakan aplikasi Google Earth, lafadz Allah di daerah tersebut memang adanya. Namun tidak jelas secara rinci daerah tersebut apakah sawah atau perkebunan ketika di-zoom. (Irwanda/ABW).

Baca Juga

Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda
Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.
Tarik Ulur Pembongkaran Bangunan Lembah Anai, dari Maladministrasi hingga Putusan Sela 
Peserta antusias mengikuti seminar. (Foto: Istimewa)
HGI Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Pemprov Bakal Bangun Pembatas Jalan Kawat Baja di Lembah Anai
Pemprov Bakal Bangun Pembatas Jalan Kawat Baja di Lembah Anai
Jalan Amblas Mirip Sinkhole di Limapuluh Kota, Jalur Tembus Situjuah - Batusangkar Lumpuh Total
Jalan Amblas Mirip Sinkhole di Limapuluh Kota, Jalur Tembus Situjuah – Batusangkar Lumpuh Total