Langgam.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Barat (Sumbar) terus mempersiapkan kebutuhan untuk pencoblosan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang. Pengadaan logistik kebutuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditargetkan rampung akhir November.
Ketua KPU Sumbar Amnasmen menjelaskan ada 3 jenis kebutuhan logistik yang sedang disiapkan untuk hari pencoblosan. Terutama logistik protokol kesehatan untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini karena menyesuaikan dengan situasi pandemi covid-19.
"Jadi ada logistik untuk kesehatan, kita lakukan lelang pengadaan untuk kabupaten kota dan provinsi," katanya di Padang, Kamis (22/10/2020).
Logistik lainnya adalah surat suara untuk pencoblosan. Saat ini masih dalam proses pelelangan. Terakhir logistik untuk kebutuhan di setiap TPS. Dalam minggu diperkirakan juga akan ada petunjuk teknis lebih lanjut tentang logistik dari KPU RI.
Dijelaskannya, pada Pilkada kali ini ada peningkatan kebutuhan logistik karena adanya tambahan perlengkapan kesehatan seperti handsanitizer, masker, sarung tangan sekali pakai, tempat cuci tangan, paku pencoblosan, dan lainnya.
Kemudian peningkatan lainnya ada perbedaan proses penghitungan suara di TPS nantinya, sebab proses saat ini harus dilakukan sesuai standar protokol kesehatan.
Ada sejumlah perbedaan saat Pilkada kali seperti digunakannya tinta tetes, bukan tinta celup seperti sebelumnya untuk menandakan bagi yang sudah mencoblos. Pemilih juga memakai sarung tangan plastik saat mencoblos di bilik suara.
"Logistik ini sudah siapkan sejak sekarang, awal November sudah kita tunjuk pemenang pengadaannya, jadi akhir November ini logistik sudah sampai ke kita," katanya.
Nantinya akan ada 12.582 TPS tersebar di Sumbar. Setiap TPS akan ada 3 bilik pencoblosan, 2 kota suara. kemudian ada juga bilik khusus bagi mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius. Bilik khusus agar tidak bercampur dengan orang yang suhu tubuh normal.
"Kita juga akan melakukan simulasi, simulasi itu penting agar mengetahui secara real berapa kebutuhan kita di TPS, nanti akan tergambar di proses itu" ujarnya. (Rahmadi/ABW)