Korban Meninggal Banjir Bandang Sumbar Teridentifikasi 148 Orang

Proses evakuasi korban banjir bandang atau galodo di Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (27/11/2025. BPBD

Proses evakuasi korban banjir bandang atau galodo di Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (27/11/2025. BPBD

Langgam.id – Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan galodo yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Barat kembali bertambah. Data terbaru dari Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat, per 30 November 2025, mencatat 148 orang meninggal dunia.

Informasi ini ditampilkan melalui rilis resmi yang dipublikasikan Bidang Humas Polda Sumbar. Dari total korban meninggal tersebut, 123 orang sudah berhasil teridentifikasi, sementara 25 jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polri.

Selain itu, 105 orang masih dinyatakan hilang, dan 8 korban tercatat sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Poster resmi tersebut memperlihatkan aktivitas tim DVI yang tengah bekerja di Posko Postmortem RS Bhayangkara Padang. Tampak sejumlah petugas kedokteran kepolisian memeriksa kantong jenazah yang ditata berderet, menunjukkan betapa besarnya skala tragedi kali ini.

Tim DVI terus melakukan proses identifikasi menggunakan metode standar internasional, termasuk pencocokan sidik jari, dental record, dan DNA. Proses ini, menurut Polda Sumbar, menjadi sangat krusial mengingat banyak korban ditemukan dalam kondisi sulit dikenali.

Lonjakan data ini menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak pertengahan November merupakan salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir. Upaya pencarian dan evakuasi masih berlanjut di sejumlah titik terdampak, terutama daerah yang sebelumnya terisolasi.

Polda Sumbar mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke posko DVI guna membantu proses identifikasi. “Setiap informasi dari keluarga akan mempercepat pencocokan data ante mortem,” demikian tertulis dalam keterangan Humas Polda Sumbar. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Bencana banjir dan tanah longsor yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2024 dan 2025 tidak bisa lagi dilihat sebagai
Politik Ekstraktif dan Bencana Ekologis: Ketika Sistem Kekuasaan Indonesia Mengorbankan Alam dan Rakyat
Batang Kuranji Meluap, 12 Warga Dievakuasi Dua Sempat Hanyut
Batang Kuranji Meluap, 12 Warga Dievakuasi Dua Sempat Hanyut
Warga Gugat Negara: Menuntut Keadilan Atas Bencana Ekologis di Sumatera Barat
Warga Gugat Negara: Menuntut Keadilan Atas Bencana Ekologis di Sumatera Barat
Sejumlah DAS yang Diterjang Galodo Kembali Meluap
Sejumlah DAS yang Diterjang Galodo Kembali Meluap
Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penyegelan beberapa lokasi pertambangan dan memasang plang pengawasan di Padang Pariaman usai banjir melanda kawasan tersebut.
Kementerian LH Segel Pertambangan di Padang Pariaman Usai Dilanda Banjir
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi warga korban banjir di Kasai Permai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Foto Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Dijadwalkan ke Sumbar Sabtu Besok, Tinjau Penanggulangan Bencana