Korban Kebakaran Pabrik di Pessel Harapkan Solusi Memperoleh Modal

Korban Kebakaran Pabrik di Pessel Harapkan Solusi Memperoleh Modal

Pemerintah Nagari Lakitan memberikan bantuan sembako pada korban kebakaran di Pesisir Selatan, Selasa (30/11). (Foto: pesisirselatankab.go.id)

Langgam.id - Korban kebakaran pabrik furnitur di Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan berharap kemudahan memperoleh modal untuk kembali memulai usaha. Akibat pabrik dan gudang hangus terbakar, dirinya bersama karyawan furnitur terancam menganggur.

Korban kebakaran, Safril Kamta mengatakan, kebakaran telah membuatnya kehilangan tempat tinggal. Tidak cukup sampai di sana, usaha yang dirintis sejak enam tahun lalu, musnah sekejap mata.

"Bukan cuma saya yang berduka. Beberapa karyawan yang bekerja di sini juga kehilangan pekerjaan," kata Safril seperti dikutip langgam.id dari situs resmi pemerintah setempat, pesisirselatankab.go.id, Rabu (1/12/2021).

Warga Kampung Gurun Panjang itu berharap ada kepedulian pemerintah setempat padanya. Terutama, kata Safril, memberikan kemudahan untuk mendapatkan modal usaha kembali.

"Bentuk rekomendasi kepada pihak pemodal. Maupun dalam bentuk bantuan lainnya melalui program yang ada," katanya.

Safril mengaku masih mengumpulkan puing-puing sisa kebakaran. Dia berharap ada sisa yang mungkin masih dapat dimanfaatkan.

Sambil mengumpulkan sisa kebakaran, Safril juga mendirikan pondok di bekas di sela puing untuk sekadar tempat berteduh. Sementara untuk tempat tinggal, dia bersama istri dan tiga anaknya kembali ke rumah mertua di Kampung Karang Tangah, Nagari Lakitan Selatan.

Prihatin dengan kondisi korban, Wali Nagari Lakitan Rafli Pudin, berinisiatif memberikan bantuan sembako, Selasa (30/11). Wali nagari berharap bantuan dapat meringankan beban korban kebakaran pada Minggu (28/11) sekitar pukul 22.20 WIB itu.

Beberapa jenis bantuan yang disalurkan melalui sekretaris Nagari Lakitan, Yeni Roza Linda, beras 10 kilogram, mie instan 1 kardus, telur 4 lusin, dan minyak goreng 2 kilogram.

"Kami berharap ada kepedulian dari para dermawan, dan para perantau, di samping dari pemerintah daerah sendiri," kata Rafli Pudin.

Diberitakan sebelumnya, pabrik dan gudang furnitur di Nagari Lakitan terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian korban mencapai Rp 1,2 miliar. (*)

Baca Juga

Pasca Kebakaran ULP Balai Salasa, PLN Sumbar Pastikan Pelayanan Normal
Pasca Kebakaran ULP Balai Salasa, PLN Sumbar Pastikan Pelayanan Normal
Pasca Kebakaran ULP Balai Salasa, PLN Sumbar Pastikan Pelayanan Normal
Kantor UPT PLN Balai Selasa Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar
Mayoritas penduduk Sumatra Barat (Sumbar) adalah beragama Islam. Oleh karena itu, hampir di semua kabupaten/kota di Sumbar ditemukan banyak
Soal Penggantian Nama Masjid Raya Sumbar, Gubernur: Tidak Diganti, Hanya Dilengkapi
Sumbar 2045: Mahyeldi Jabarkan 8 Langkah Wujudkan Target RPJP
Sumbar 2045: Mahyeldi Jabarkan 8 Langkah Wujudkan Target RPJP
BI Nilai Inflasi Sumbar Lebih Terkendali Pasca Lebaran
BI Nilai Inflasi Sumbar Lebih Terkendali Pasca Lebaran
Vokalis Red Hot Chili Peppers Anthony Kiedis, Terpesona Keindahan Mentawai
Vokalis Red Hot Chili Peppers Anthony Kiedis, Terpesona Keindahan Mentawai