Kolaborasi dengan BMKG dan STMKG, Pemko Padang Bakal Pasang Smart Sensor for Disaster

Cuaca ekstrem maritim melanda wilayah pesisir Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu (16/10/2024) pagi dan siang hari. Gelombang tinggi menghantam

Ilustrasi. (Foto: pixabay.com)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang berkolaborasi dengan Stasiun Geofisika BMKG Sumatera Barat dan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) bakal memasang jaringan smart sensor for disaster untuk keperluan penelitian.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang Dr. Suaidi Ahadi sewaktu bertemu dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu (6/7/2024).

Suaidi menjelaskan, smart sensor for disaster berfungsi untuk merekam getaran gempa memberikan warning secara realtime. Rekaman dari smart sensor dapat dimonitor secara remote dari kantor BMKG Sumbar, STMKG dan Pusdalops/command center Pemerintah Kota Padang.

“Untuk penelitian ini Stasiun Geofisika BMKG Sumbar dan STMKG bersama Pemerintah Kota Padang merencanakan pemasangan sejumlah 6 unit di Kota Padang, 2 Unit di Padang Pariaman dan 2 unit di kepulauan Mentawai. Jadi semuanya ada 10 smart sensor,” sebut Suaidi.

“Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak sehingga kedepannya akan bermanfaat untuk masyarakat dalam rangka pengurangan resiko bencana,” pungkas Suaidi.

Di kesempatan yang sama, Kepala Laboratorium Seismologi Teknik STMKG Dr. rer.nat. Muzli MSc. mengatakan, sistem smart sensor dapat mendeteksi kedatangan gelombang P dari kejadian gempa bumi dan memberikan informasi perkiraan waktu tiba gelombang S.

Dari setiap kejadian gempa bumi akan menjalar gelombang P dan S. Tipikal gelombang P memiliki amplitudo kecil dan tidak merusak sedangkan gelombang S sebaliknya memiliki amplitudo besar dan merusak. Golden time yang dimiliki kota Padang sekitar 10-20 detik jika sensor dapat dipasang mendekati sumber gempa di wilayah kepulauan bagian barat sumatera.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Padang Andree Algamar menyambut baik penelitian yang akan dilakukan oleh BMKG Sumbar dan STMKG di Kota Padang. Menurutnya, dengan adanya penelitian ini maka akan membantu Pemerintah Kota Padang dalam menyiapkan langkah antisipasi sebelum terjadinya bencana.

“Secara geografis Kota Padang memiliki banyak potensi bencana. Demikian juga dengan sejarahnya, kita pernah beberapa kali menghadapi bencana gempa. Hasil penelitian ini nantinya akan kita masukkan dalam program BPBD, dan akan kita pergunakan juga untuk kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana,” pungkasnya didampingi Kalaksa BPBD Hendri Zulviton. (*/Fs)

Baca Juga

Pantai Air Manis merupakan objek wisata di Kota Padang yang paling ramai dikunjungi wisatawan selama libur lebaran lalu, yaitu pada 31 Maret
Wako Padang Tegaskan ke Camat: Tidak Ada Toleransi Pungli di Kawasan Objek Wisata
Pemko Padang Klaim 6 EWS Banjir Berfungsi 100 Persen, Ini Lokasinya
Pemko Padang Klaim 6 EWS Banjir Berfungsi 100 Persen, Ini Lokasinya
Lakukan Pengujian, Pemko Padang Klaim 32 Unit EWS Tsunami Berfungsi dengan Baik
Lakukan Pengujian, Pemko Padang Klaim 32 Unit EWS Tsunami Berfungsi dengan Baik
UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang (P3R) Sentra Rendang Kota Payakumbuh di Kelurahan Padang Kaduduk, Kecamatan Payakumbuh Utara
Pemko Padang Tingkatkan Kapasitas Produksi Sentra Rendang Jadi 160 Kg Sekali Masak
UMKM Naik Kelas, Wako Padang Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Fasilitas Sentra Rendang
UMKM Naik Kelas, Wako Padang Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Fasilitas Sentra Rendang
Maulid Nabi di Masjid Raya Teluk Bayur, Fadly Amran: Pemko Perkuat Digitalisasi Pembelajaran di Masjid dan Musala
Maulid Nabi di Masjid Raya Teluk Bayur, Fadly Amran: Pemko Perkuat Digitalisasi Pembelajaran di Masjid dan Musala