Langgam.id – Siswi SMAN 2 Padang Panjang, Ulya Kireina Halim, merupakan anggota Paskibraka Nasional yang tergabung dalam Pasukan 17 barisan keenam. Ia bertugas dalam prosesi pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Banyak pengalaman berharga dalam sejarah hidupnya selama menjadi Paskibraka Nasional 2026. Salah satunya tentu saja pengalaman bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dia mengaku gugup hingga tidak sempat bersalaman dengan orang nomor satu di republik Indonesia itu.
Ulya mengaku mendapat kesempatan bertemu sejumlah tokoh nasional selama menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka Nasional di Jakarta.
“Bisa bertemu Pak Prabowo, Ibu Megawati dan bisa salaman dengan Wakil Presiden Gibran menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” tuturnya kepada Langgam.id, Minggu (23/8/2026).
Namun, momen bersama Presiden Prabowo tidak berlangsung seperti yang dialaminya ketika bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ulya mengatakan dirinya tidak sempat bersalaman dengan Presiden karena merasa gugup.
“Kalau dengan Pak Prabowo, saya tidak sempat bersalaman, karena gugup dan ramai,” katanya.
Sebelum menjalankan tugas, Ulya sempat mendapat pesan dari salah satu pembina agar berdoa sebelum memasuki Istana Merdeka.
“Salah satu pembina menyarankan saya berdoa sebelum masuk karena Istana Negara ini sakral. Jadi saya berdoa dulu,” ujarnya.
Doa tersebut, kata Ulya, membuat dirinya lebih tenang sebelum menjalankan tugas sebagai bagian dari Pasukan 17.
Ketegangan yang dirasakan sebelum bertugas akhirnya terbayar ketika prosesi pengibaran bendera selesai. Bagi Ulya, saat Sang Merah Putih berkibar menjadi momen paling berkesan selama mengikuti Paskibraka Nasional.
“Ketika bendera sudah berkibar, rasanya tidak dapat diucapkan. Saya sangat terharu,” kata Ulya.
Ulya juga menyebut pengalaman selama berada di Jakarta mempertemukannya dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Senang bisa bertemu teman dari 38 provinsi. Bisa menambah pengalaman dan bisa membawa nama sekolah serta Sumatra Barat,” ujarnya.
Setelah menuntaskan tugasnya, Ulya berencana kembali ke daerah asal dan menjalankan perannya sebagai purna Paskibraka dengan membagikan pengalaman kepada pelajar lainnya.
“Setelah pulang, saya ingin menjalankan tanggung jawab sebagai purna dan berbagi pengalaman kepada adik-adik,” katanya. (ICA)






