Kisah Pilu Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan di Padang, Lapar dan Luka Datang Bersamaan 

Kisah Pilu Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan di Padang, Lapar dan Luka Datang Bersamaan 

Desminar, ibu balita korban penganiayaan ayah kandung di Padang. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam)

Langgam.id — Desminar duduk di ranjang ruang perawatan Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Senin (18/5/2026). Pagi itu, tatapannya tampak kosong, seolah lelah menghadapi hidup yang terus menekan. 

Di pangkuan perempuan 29 tahun ini, ada sosok bayi berumur dua tahun terbaring lemah. Namanya Maulana Arkan. Desminar, sesekali terlihat menyusuinya.  

Arkan merupakan korban penganiayaan. Bayi malang tersebut masih berjuang pulih dari luka yang dilakukan oleh sang ayah. Tubuhnya penuh bekas sundutan rokok, gigitan hingga luka bakar air panas.  

Desminar merupakan warga asal Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dengan suara pelan, wajah pucat, ia bercerita soal hidupnya yang serba kekurangan.

Pipi dan matanya yang cekung, menyiratkan hari-hari panjang yang ia lalui bukan cuma dengan air mata, tapi juga dengan perut kosong. Desminar mengaku, suaminya, hanya menafkahi Rp100 ribu setiap minggu untuk kebutuhan rumah tangga. Uang segitu, katanya, jauh dari cukup.

Padahal, penghasilan suaminya sebagai tukang baja ringan berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu sekali kerja.

Dalam kondisi terjepit, Desminar bahkan pernah menahan lapar hingga dua sampai tiga hari. Ia dan anaknya hanya mengandalkan air putih untuk sekadar bertahan.

“Kadang kami cuma minum air putih supaya bisa tahan lapar,” ujarnya lirih kepada Langgam.id, Senin (18/5/2026).

Di tengah keterbatasan itu, ada perbedaan perlakuan yang ia rasakan terhadap anak-anaknya. Anak pertamanya yang perempuan, kata Desminar, masih kerap diperhatikan suaminya. Namun, tidak demikian dengan bayi laki-lakinya yang kini justru menjadi korban kekerasan.  

Saat dapur benar-benar kosong, Desminar tak punya pilihan selain menahan malu dan meminta bantuan keluarga. Ia beberapa kali harus meminjam beras agar anak-anaknya tetap bisa makan.

“Kalau sudah tidak tahan, saya minta beras ke keluarga,” katanya.

Beban hidup Desminar tak berhenti di soal ekonomi. Selama empat tahun pernikahan, ia mengaku kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

“Sering dipukul di kepala, punggung, ditonjok juga,” ungkapnya.

Sebelumnya, kasus kekerasan yang dialami Arkan ini terungkap pada Sabtu (16/5/2026). Berawal dari tetangga yang curiga korban selalu menangis pada malam harinya.  

Para tetangga kemudian mendatangi rumah pelaku, dan melihat badan korban sudah penuh dengan bekas luka. Mereka membawa paksa korban dan melaporkan ke polisi.

“Bayi ini awalnya menangis terus di rumahnya. Tetangga yang curiga mendatangi, lalu membawa paksa bayi ini dan mengantarkannya ke kami,” kata Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika.

Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Ghifari membagikan kondisi bayi tersebut, videonya viral dan mendapat banyak simpati masyarakat.

“Jadi sebelumnya, tetangga tidak tahu apa yang dialami anak ini, karena jarang sekali dibawa keluar rumah. Ibunya juga tidak bercerita, karena mendapat ancaman,” kata Ghifari. (WAN)

Baca Juga

Lansia Ditemukan Meninggal di Gudang Elpiji SPBU Wowo Padang, Keluarga Tolak Visum
Lansia Ditemukan Meninggal di Gudang Elpiji SPBU Wowo Padang, Keluarga Tolak Visum
Tiga IPA milik Perumda Air Minum Kota Padang atau dulu dikenal dengan sebutan PDAM, rusak parah dan hancur terbawa banjir bandang
IPA Gunung Pangilun Pulih, Seberapa Siap PDAM Padang Hadapi Bencana Berikutnya?
8 Siswa SMPN 2 Padang Buktikan Prestasi di Karate dan Pencak Silat
8 Siswa SMPN 2 Padang Buktikan Prestasi di Karate dan Pencak Silat
Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar), Ade Edward meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan dari gempa terkait dengan evakuasi
Penjelasan BMKG Soal Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan hingga Dirasakan di Padang
DPRD Bakal Panggil Direksi PDAM Padang, Bahas Layanan Air yang Selalu Bermasalah 
DPRD Bakal Panggil Direksi PDAM Padang, Bahas Layanan Air yang Selalu Bermasalah 
Gempang bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (12/12/2024) pukul 13.36 WIB.
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan, Terasa hingga Padang