Kementerian Koperasi dan UKM Persiapkan Rp2,5 Miliar untuk Pedagang Pasar Bawah

Kementerian Koperasi dan UKM Persiapkan Rp2,5 Miliar untuk Pedagang Pasar Bawah

Eddy Satriya pada acara puncak Silaturahmi Lintas Angkatan Ikatan Alumni SMAN 1 Bukittinggi 2021. (Dok. IASMA Landbouw)

Langgam.id - Kementerian Koperasi dan UKM mempersiapkan bantuan sebesar Rp2,5 miliar untuk pedagang Pasar Bawah Bukittinggi. Bantuan akan diserahkan pada 125 pedagang korban kebakaran beberapa waktu lalu.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha pada Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Baznas untuk menyalurkan bantuan pada pedagang Pasar Bawah.

"Kita sedang memproses bantuan untuk pedagang Pasar Bawah sebesar Rp2,5 miliar untuk 125 pedagang yang jadi korban kebakaran beberapa waktu lalu,” kata Eddy Satriya.

Pernyataan Eddy itu, disampaikan saat acara puncak Silaturahmi Lintas Angkatan Ikatan Alumni SMAN 1 Bukittinggi (SLA IASMA) 2021 di auditorium gubernuran Sumbar, Minggu (21/11/2021).

Selain bantuan pedagang Pasar Bawah, katanya, Kementerian Koperasi dan UKM juga menyalurkan Rp13,6 triliun bantuan untuk pengusaha yang terdampak bencana. Bantuan tersebut disebar ke kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sepanjang tahun 2021.

"Untuk Sumbar, alhamdulilah dialokasikan untuk 400.000 orang pelaku UMKM. Mudah-mudahan, melalui kolaborasi dan senergi kita semua, jumlah bantuannya bisa ditingkatkan di tahun depan,” kata Eddy Satriya yang juga alumni Landbouw (sebutan IASMA, red) dalam keterangan tertulis SLA IASMA 2021 yang diterima Langgam.id, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong UMKM Indonesia masuk pasar global. Salah satu jalan yang ditempuh, mendorong UMKM berubah dari informal ke formal, sehingga memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Dengan begitu, akan mempermudah pengajuan bantuan pemerintah. Kemudian, digitalisasi usaha lalu mendorong rantai pasokan UMKM dan mendorong modrenisasi koperasi," tutur Eddy.

Di Sumbar sendiri, UMKM sudah menjadi darah daging. Bahkan, mayoritas alumni IASMA Landbouw merupakan penggerak UMKM.

"Merekalah yang mengerakan UMKM Ekonomi Indonesia," kata Eddy yang berbicara secara daring.

Catatan hari ini, 99,09 persen pelaku usaha di Indonesia termasuk golongan UMKM. Hanya 0,01 persen yang termasuk golongan usaha besar.

Selain menyerap tenaga kerja, UMKM memberikan sumbangan untuk Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai angka 60 persen.

Sisi lain, terkait SLA IASMA 2021, Ketua Umum IASMA Landbauw, Indra Januar mengatakan, alumni SMA 1 Bukittinggi sudah lebih dari 12 ribu orang. Semua alumni memiliki berbagai latar belakang dan profesi.

"Ini merupakan potensi yang besar untuk memajukan sesama alumni, almamater dan masyarakat Sumbar,” kata Indra, yang merupakan angkatan 1982. (*)

Baca Juga

PNM PKU Raih Penghargaan Pemberdayaan UMKM di Acara Merdeka Award
PNM PKU Raih Penghargaan Pemberdayaan UMKM di Acara Merdeka Award
Hari Tani Nasional ke-61, SPI Dorong 3 Pilar Ekonomi Petani Sumbar
Hari Tani Nasional ke-61, SPI Dorong 3 Pilar Ekonomi Petani Sumbar
pelatihan langgam.id
Langgam.id dan Kemenkop UKM Bakal Gelar Pelatihan Digitalisasi Usaha Mikro Kuliner
Modal Usaha dari Presiden
Pemko Payakumbuh Usulkan 800 UKM untuk Dapatkan Bantuan Modal Usaha dari Presiden
9,1 Juta Pengusaha Kecil dan Mikro Bakal Ketiban Modal Kerja Darurat
9,1 Juta Pengusaha Kecil dan Mikro Bakal Ketiban Modal Kerja Darurat
Menumbuhkan Kedaulatan Pangan dari Pekarangan
Menumbuhkan Kedaulatan Pangan dari Pekarangan