Menumbuhkan Kedaulatan Pangan dari Pekarangan

Menumbuhkan Kedaulatan Pangan dari Pekarangan

Foto: KMDM

PalantaLanggam - Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas menyelenggarakan pelatihan dalam jaringan (daring) atau online workshop yang ketiga kalinya tentang menciptakan wiratani melalui hidroponik dan aquaponik yang berorientasi ekspor.

Pelatihan daring ini diselenggarakan pada hari Rabu, 22 Juli 2020, pukul 09.00 - 12.00 dengan menghadirkan para narasumber yang berkompeten. Untuk menciptakan wiratani disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Unand sekaligus Pengawas KMDM yakni Munzir Busniah. Untuk membahas tentang ekspor produk pertanian ke berbagai negara, dipaparkan oleh Asmun Ahmad Sjueib, yang berpengalaman dalam perekonomian dan pengembangan ekspor.

Sedangkan untuk berwiratani hidroponik dan aquaponik menampilkan seorang wiratani muda atau petani milennial yang berlahan di belakang Gudang Pasar Rabu Tani atau PRT Coop Fresh Mart, Brian Permana. Pelatihan daring ini dimoderatori oleh Eli Ratni, seorang dosen di Fakultas Peternakan Unand dan juga Direktur PRT KMDM.

Dalam penampilan Brian yang langsung di lahan dan mempraktikkan pertanian hidroponik dan aquaponik itu, didampingi oleh Yudhistira Ardi Poetra, seorang dosen Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand yang juga salah satu awak dari KMDM Broadcasting Network (KBN) yang berpengalaman sebagai reporter.

Diawali dengan pembukaan oleh Moderator yang kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dan pembukaan pelatihan oleh Ketua KMDM yang juga Dosen Hubungan Internasional di FISIP UNAND yakni Virtuous Setyaka, pelatihan diikuti oleh lebih dari 100 orang peserta.

Dalam catatan panitia yang diketuai oleh Rahmi Awalina, (dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unand dan Direktur Pendidikan dan Pelatihan KMDM), di antara para peserta berasal dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Sumatera Barat, BNI Syariah Jakarta, P.T. Semen Padang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pangan, Dinas Tanaman Hortikultura dan Perkebunan, dan BPTP Sumatera Barat.

Selain itu juga dari lembaga wadaya masyarakat SSS Pundi Sumatera, dan Rumah Zakat. Diantara para peserta juga para Petani baik yang dewasa maupun Petani Milennial serta para Mahasiswa.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi interaktif, forum pelatihan ini memberikan pemahaman bahwa kedaulatan pangan bahkan kedaulatan ekonomi dalam praktiknya akan memperkuat rumah tangga setiap warga negara dimana pun, di desa maupun di kota, bahkan dengan lahan yang luas maupun lahan yang sangat terbatas.

Munzir menyampaikan bahwa dengan berwiratani, maka tidak ada satupun pemuda yang harus menjadi pengangguran jika memiliki kerangka berpikir untuk selalu kreatif. Sedangkan Asmun yang pernah menghabiskan waktunya sekitar lima tahun di Osaka Jepang menyampaikan bahwa pengembangan produk pertanian dengan kegiatan ekspor adalah keniscayaan yang harus dilaksanakan secara struktural dan sistemik melibatkan semua pihak untuk berkolaborasi.

Brian menceritakan bagaimana suka dukanya menjadi petani milennial karena tekadnya untuk membebaskan diri dari buruh sebuah perusahaan swasta dan untuk menciptakan lumbung pangan mandiri. Brian menyatakan bahwa dengan berwiratani hidroponik dan aquaponik, dia mampu berkembang dari skala hobi sampai menjadi skala produksi.

Semua itu tidak lepas dari kerja keras dan kerja cerdas yang pantang menyerah dan berkolaborasi dengan siapapun termasuk dengan PRT KMDM.

Dalam penutupan, Ketua KMDM menyampaikan bahwa PRT KMDM siap untuk menampung dan memasarkan semua produk para Wiratani Muda dan Petani Milennial baik dalam penciptaan pasar lokal, nasional, maupun internasional. Strategi KMDM selain dengan PRT yang memanfaatkan aplikasi online seperti pasarrabutani.com maupun Gudang PRT CFM, juga terus melakukan perekrutan Anggota KMDM yang tinggal di luar negeri sekaligus menjadi Duta KMDM seperti Erita Lubeek.

Bahkan Ita, seorang Diaspora Minang di Belanda tersebut juga membantu merekrut Calon Anggota sekaligus Duta KMDM di Australia dan di negara lainnya. Merekalah nantinya yang akan mempersiapkan pasar sekaligus menyambut produk pertanian dari Ranah Minang khususnya, dan Indonesia umumnya untuk dipasarkan di berbagai belahan dunia.

Pelatihan daring KMDM ini diselenggarakan dengan bekerja sama selain dengan LPPM Unand, juga dengan langgam.id yang menyiarkan secara langsung dan merekamnya di saluran media sosial seperti Facebook dan YouTube, sehingga bisa diikuti oleh siapapun yang belum berkesempatan untuk hadir secara langsung ketika pelatihan diselenggarakan.

Selain itu KMDM juga siap berkolaborasi dengan pihak manapun untuk terus mengembangkan dan mewujudkan koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional dan sekaligus merawat bumi. Termasuk dengan berbagai media massa baik di tingkat lokal, nasional, dan International.

*Virtuous Setyaka (Dosen HI FISIP UNAND dan Ketua KMDM)

Baca Juga

Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi memastikan bahwa tidak ada kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tahun ajaran baru
Rektor UNAND Pastikan Tidak Ada Kenaikan UKT
Universitas Andalas (Unand) akan menerima mahasiswa baru untuk Program Doktor Ilmu Akuntansi (PDIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Unand Buka Program Doktor Ilmu Akuntasi, Tahun Ini Terima Mahasiswa Baru
Mengembangkan UMKM Sagun Bakar: Inovasi Pengolahan Ubi Jalar oleh Fateta Unand dan KWT Lurah Saiyo
Mengembangkan UMKM Sagun Bakar: Inovasi Pengolahan Ubi Jalar oleh Fateta Unand dan KWT Lurah Saiyo
Langgam.id - Lembaga SURI menggelar pameran Pemanfaatan Iluminasi Naskah Kuno Menjadi Motif Kain Minangkabau di Unand.
53 Proposal PKM UNAND Lolos Pendanaan Kemendikbudristek
RS Unand Bertekad Menjadi Destinasi Wisata Medis di Asia Tenggara
RS Unand Bertekad Menjadi Destinasi Wisata Medis di Asia Tenggara
Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) saat ini sudah dilengkapi dengan peralatan yang canggih. Selain itu, rumah sakit ini juga didukung
Cegah Pasien Berobat Keluar Negeri, Ini Upaya yang Dilakukan RS Unand