Keluarkan Imbauan, Ini 5 Strategi Mahyeldi Antisipasi Paham Radikal di Sumbar

Keluarkan Imbauan, Ini 5 Strategi Mahyeldi Antisipasi Paham Radikal di Sumbar

Gubernur Sumbar Mahyeldi. (Foto: Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar)

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se Sumbar guna mengantisipasi penyebaran paham radikal.

Apalagi belakangan ramai adanya peristiwa penangkapan beberapa warga masyarakat Sumbar yang diduga terkait paham radikal, dan juga maraknya pemberitaan 1.125 orang warga Sumbar diduga menjadi Anggota Negara Islam Indonesia (NII).

Dalam surat bernomor 120/197/Pem-Otda/2022, perihal antisipasi berkembangnya radikalisme di Sumbar, tanggal 25 April 2022, disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi beserta Forkopimda Sumatra Barat memandang perlu untuk melakukan langkah langkah strategis.

“Kondisi ini menjadi permasalahan mendesak yang perlu disikapi dengan segera, baik masalah kebenaran informasi ataupun upaya pencegahan agar paham radikalisme ini tidak tumbuh dan berkembang di Sumatra Barat,” jelas Mahyeldi dikutip langgam, Selasa (26/4/2022).

Selanjutnya, agar permasalahan ini tidak semakin berkembang dan menjadi persoalan serius di Sumatra Barat, gubernur meminta kepada bupati walikota untuk melaksanakan 5 langkah antisipasipatif.

Pertama, agar merespon cepat setiap adanya isu dan/atau indikasi adanya aktifitas yang mengarah kepada penanaman paham radikalisme di tengah masyarakat.

Kedua, agar lebih mengaktifkan peran Forkopimda beserta Forkopimcam dalam pengawasan dan pembinaan masyarakat, guna mengantisipasi adanya upaya-upaya dari segelintir oknum Warga Negara Indonesia yang berupaya menyebarkan paham radikal kepada masyarakat.

Ketiga, menghimbau dan mengajak masyarakat seperti niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan parik paga nagari, untuk bersama-sama mencegah munculnya upaya-upaya penanaman paham radikal di tengah masyarakat ataupun sekelompok masyarakat.

Keempat, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing yang salah satu bentuknya adalah mengaktifkan lagi kewajiban lapor 2×24 jam bagi tamu/pendatang di sebuah lingkungan permukiman (jorong/RT).

Terakhir, melakukan sosialisasi melalui mass media dan forum-forum kemasyarakatan akan bahaya radikalisme terhadap kesatuan dan persatuan masyarakat.

—

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup TelegramĀ Langgam.id News Update, caranya klikĀ https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Gubernur Mahyeldi Ajak Warga Sumbar Terus Doakan Rakyat Palestina
Gubernur Mahyeldi Ajak Warga Sumbar Terus Doakan Rakyat Palestina
Kejar Green Province, Mahyeldi Dorong Pergantian Mobil Dinas dengan Kendaraan Listrik
Kejar Green Province, Mahyeldi Dorong Pergantian Mobil Dinas dengan Kendaraan Listrik
Gubernur Mahyeldi Resmikan SPKLU Center Pertama di Sumbar
Gubernur Mahyeldi Resmikan SPKLU Center Pertama di Sumbar
Wacana Ganti Nama BIM, Gubernur Mahyeldi: Belum Ada Usulan Sampai ke Pemprov
Wacana Ganti Nama BIM, Gubernur Mahyeldi: Belum Ada Usulan Sampai ke Pemprov
Gubernur Sumbar Mahyeldi
HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi Ungkap 35 Indikator Pembangunan Masih Perlu Dikebut
Gubernur Mahyeldi Setuju Pembangunan Dermaga Pengaman untuk Nelayan Tiku
Gubernur Mahyeldi Setuju Pembangunan Dermaga Pengaman untuk Nelayan Tiku