Keluarga Korban Mutilasi Bantah Pengakuan Terduga Pelaku Soal Adanya Utang

Keluarga Septia Adinda (25), korban dugaan pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Padang Pariaman, tidak terima pengakuan terduga pelaku,

Terduga pelaku mutilasi di Padang Pariaman, Satria Juhanda alias Wanda (25). [foto: Ist]

Langgam.id – Keluarga Septia Adinda (25), korban dugaan pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), tidak terima pengakuan terduga pelaku, Satria Juhanda alias Wanda (25).

Terduga pelaku mengaku kepada polisi bahwa korban memiliki utang sebesar Rp3,5 juta. Utang-piutang inilah menjadi pemicu pembunuhan sekaligus mutilasi.

“Enggak pernah, enggak ada anak saya pernah bercerita punya utang sama orang. Saya tidak terima,” ujar Dasrizal, ayah Septia Adinda kepada wartawan, Jumat (20/6/2025).

Dasrizal meminta kepolisian mengungkap kasus ini secara terang, termasuk mendalami motif sebenarnya. Begitupun, agar pelaku dapat dihukum setimpal.

“Kalau saya bisa, bisa eksekusi dia langsung, kalau tidak bisa, hukum mati saja,” kata dia.

Septia Adinda telah hilang sejak Minggu (15/6/2025). Dasrizal mengaku, keluarga ketika itu telah berupaya melakukan pencarian. Namun tidak membuahkan hasil.

“Saya mencari ke rumah teman-temannya tidak dapat jawaban,” ungkapnya.

Usai empat hari hilang, Dasrizal lalu mendapat kabar, ada potongan mayat di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Ia lalu bergegas pergi.

Potongan tangan menjadi petunjuk awal, bahwa mayat ini adalah Septia Adinda. Pada jari di potong tangan terdapat dua cincin yang terpasang.

“Saya melihat bahwa itu jenazah anak saya,” imbuhnya.

Baca juga: Motif Perempuan di Sumbar Dimutilasi Dipicu Utang-piutang, Jasad Dipotong 10 Bagian

Teman-teman Septia Adinda juga mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka juga menyakini bahwa potongan mayat itu adalah Septia Adinda, karena cincin didesain dan dipesan khusus.

Dari diketahuinya identitas potongan mayat ini, kepolisian berhasil menyelidiki dalang di balik dugaan pembunuhan dan mutilasi itu adalah Wanda.

Dari kasus mutilasi ini, terungkap juga adanya korban lain yang ikut dibunuh Wanda. Korban lainnya ada dua yaitu mahasiswi bernama Siska Oktavia Rusdi (23), Adek Gustiana (24).

Siska dan Adek telah hilang sejak Januari 2024. Terduga pelaku ternyata membuang dan kubur jasad dua korban ini di dalam sumur tua belakang rumahnya.

Hubungan Siska dengan pelaku adalah pacaran. Korban Adek merupakan teman dari keduanya. (*/y)

Baca Juga

Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Mayat Pria Ditemukan Meninggal di Bawah Flyover BIM: Celana Melorot, Polisi Duga ODGJ
Truk Mundur di Tanjakan Barangan Padang Pariaman, Kernet Tewas Terjepit di Bawah Kolong
Truk Mundur di Tanjakan Barangan Padang Pariaman, Kernet Tewas Terjepit di Bawah Kolong
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Travel di Sicincin: Sopir Meninggal, 10 Orang Luka 
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Travel di Sicincin: Sopir Meninggal, 10 Orang Luka 
Momen Polisi dan Warga Evakuasi Sopir Travel Terjepit Saat Kecelakaan di Sicincin, Kondisi Meninggal
Momen Polisi dan Warga Evakuasi Sopir Travel Terjepit Saat Kecelakaan di Sicincin, Kondisi Meninggal
PoIisi Belum Evakuasi Mobil yang Ditumpangi Bayi 4 Bulan dari Jurang di Padang Pariaman
PoIisi Belum Evakuasi Mobil yang Ditumpangi Bayi 4 Bulan dari Jurang di Padang Pariaman
Pilu, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Masuk Jurang di Kayu Tanam Padang Pariaman
Pilu, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Masuk Jurang di Kayu Tanam Padang Pariaman