Langgam.id – Orang tua Hanan Flantika mendatangi Wali Kota Padang Fadly Amran di Balai Kota, Senin (25/5/2026). Ia meminta perlindungan selaku warga Kota Padang, tentang pelayanan kesehatan di RSUP M Djamil Padang.
Keluarga bayi 14 bulan ini menduga, adanya kelalaian medis yang dilakukan rumah sakit pelat merah tersebut. Kasus ini sudah ditangani Polda Sumbar.
Doris Flantika, ayah bayi Alceo, mengakui wali kota tidak bisa mengintervensi langsung RSUP M Djamil Padang, karena rumah sakit berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Namun, kepala daerah tentu saja bisa mendorong perbaikan tentang layanan kesehatan di rumah sakit di wilayah yang dipimpinnya.
“Tentu saja pak wali kota ada langkah-langkah yang normatif, yang formal, yang bisa mengusulkan perbaikan-perbaikan RSUP M Djamil Padang. Karena bagaimana pun banyak warga Kota Padang yang berobat ke sana,” kata Doris usai pertemuan tertutup itu.
“Kalau memang senadainya sebuah cara kerja yang belum sempurna, pak wali kota juga berhak melindungi warganya. Supaya ke depan tidak ada kejadian serupa. Ini hal yang luar biasa yang disampaikan pak wali kota yang menyejukkan hati saya,” sambungnya.
Pada pertemuan itu, Doris juga berharap kepada Fadly Amran agar bisa memfasilitasinya untuk bertemu dengan gubernur dan menteri kesehatan. Termasuk hingga ke Presiden Prabowo Subianto.
“Mudah-mudahan melalui pak wali kota saya bisa bertemu dengan pak gubernur. Kemudian bisa juga bisa bertemu dengan pak menkes dan mudah-mudahan sekali berkat pertemuan ini, saya bisa bertemu juga dengan pak presiden,” ucapnya.
Menurutnya, dengan pembahasan kasus anaknya sampai ke tingkat provinsi dan pemerintah pusat, maka perbaikan layanan kesehatan terebutb bisa segera terwujud.
“Harapan rakyat Indonesia akan adanya perbaikan jika seandainya terbukti adanya yang salah, bisa segera diwujudukan perbaikan,” ungkapnya.
Doris mengungkapkan, kasus kematian anaknya masih terus bergulir di kepolisian. Sudah ada 150 orang lebih diperiksa untuk dimintai keterangan.
“Itu termasuk kemarin ada satu lagi dokter tambahan yang akan diperiksa. Kemudian Kemenkes tidak dalam waktu yang lama lagi akan datang ke kediaman kami meminta klarifikasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi hingga manajemen RSUP M Djamil Padang.
Namun, karena kasus sudah masuk ke ranah hukum, Dinas Kesehatan Kota Padang menunggu proses yang berjalan di kepolisian.
“Kami dari Pemko Padang dan dinas kesehatan beserta jajaran mengucapkan turut berduka atas kasus ananda Alceo. Jadi kami sudah kooordinasi, jadi instruksi kita tunggu saja dari penyelidikan yang dilakukan kepolisian. kita tetap menunggu hasil penyelidikan,” katanya. (WAN)





