Kelola Sungai Batang Arau, Padang Terima Bantuan Rp170 Juta dari Jerman

padang maritim, jerman

Sungai Batang Arau di Padang. (foto: Wista Yuki)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang mendapat bantuan sebesar 10 ribu Euro atau Rp 170 juta dari Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman untuk membantu pengelolaan limbang Sungai Batang Arau.

“Insyaallah bantuan akan diserahkan pada 17 Juni 2021 pukul 19.00 dan akan disaksikan secara virtual. Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk seluruh kegiatan operasional peningkatan manajemen pengelolaan limbah Sungai Batang Arau,” kata Wali Kota Padang Hendri Septa, Rabu (2/6/2021).

Ia berharap, ke depannya Sungai Batang Arau tidak hanya menjadi bersih dan jernih, tapi juga dapat meningkatkan pariwisata di kawasan tersebut. Salah satunya dengan membuat Maritim Center.

“Kita sudah datangkan tenaga ahli dari Jerman untuk membantu pengelolaan limbah. Setelah bersih, kitaingin terdapat Maritim Center yang terintegrasi dalam program Kawasan Wisata Terpadu (KWT) nantinya,” ujarnya.

“Saat ini Sungai Sungai Batang Arau masih dalam kategori kelas empat. Diharapkan dengan sentuhan tenaga ahli dari Jerman nantinya bisa berubah menjadi kelas dua,” sambung Hendri.(*/Ela)

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian