Kasus ISPA Meningkat di Padang, DPRD Desak Pusat Gerak Cepat Atasi Kabut Asap

Beberapa pekan belakangan ini, Kota Padang diselimuti kabut asap. Akan tetapi pada Selasa, terjadi perbaikan kualias udara di Kota Padang

Ilustrasi masker. [foto: pixabay]

Langgam.id- Kota Padang kian memprihatinkan, kabut asap semakin memencekik ruang bernafas masyarakat di kota Padang, diketahui asap itu sendiri merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga.

Untuk itu Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat untuk menangani Sumbar kabut asap karena sudah menganggu lintas sektor kehidupan masyarakat kota Padang.

Salah satu yang menjadi catatan bagi Muharlion adalah terjadinya peningkatan jumlah kunjungan pasien terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Padang. Berdasarkan data Dinkes Kota Padang tercatat mencapai 51 ribu sejak 17 Agustus hingga Oktober 2026.

Muharlion mengatakan, kabut asap yang semakin tebal tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memaksa kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kita minta pemerintah pusat segera bertindak tegas. Penanganannya harus lebih cepat, karena dampaknya sudah dirasakan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan,” Kata Muharlion.

Menurut Muharlion persoalan kabut asap yang menyelimuti Sumbar juga berkaitan dengan kebakaran lahan di daerah tetangga. Karena itu, diperlukan koordinasi dan langkah konkret untuk menghentikan sumber asap agar dampaknya tidak terus meluas.

Ia menilai, upaya penanganan perlu segera dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan, termasuk mempertimbangkan langkah untuk mengendalikan kondisi cuaca apabila memungkinkan.

“Kita juga mendorong bagaimana penanganan ini segera dilakukan. Apakah melalui rekayasa cuaca atau hujan buatan, tentu perlu dikaji oleh pihak yang berwenang. Kita di daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan itu,” terangnya.

Muharlion menegaskan, pemerintah pusat perlu mempercepat penanganan karhutla, termasuk di daerah tetangga seperti Jambi, yang turut menjadi perhatian dalam persoalan kabut asap tersebut.

Di tengah kondisi udara yang semakin buruk, ia juga mengimbau masyarakat Kota Padang mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menggunakan masker jika beraktifitas.

Ia secara khusus juga meminta agar orang tua membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan, kondisi ini ia lihat dari masih banyaknya orangtua yang membiarkan anak beraktifitas diluar ruangan saat PJJ yang notabene cukup mebahayakan Kesehatan anak dikarenakan dampak kabut asap. (HER)

Baca Juga

Koridor 2 dan 3 Bus Trans Padang direncanakan akan beroperasional pada minggu kedua Desember 2023 nanti. Berbagai proses sudah disiapkan
Dugaan Korupsi Subsidi Trans Padang Rp5,2 Miliar, DPRD Kota Padang Panggil Perumda PSM
DPRD Bakal Panggil Direksi PDAM Padang, Bahas Layanan Air yang Selalu Bermasalah 
DPRD Bakal Panggil Direksi PDAM Padang, Bahas Layanan Air yang Selalu Bermasalah 
DPRD Setujui APBD Perubahan Kota Padang 2026
DPRD Setujui APBD Perubahan Kota Padang 2026
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hampir setahun Wako Padang Hendri Septa bekerja tidak didampingi wawako.
DPRD Padang Bakal Panggil PDAM, Buntut Banyak Keluhan Warga Air Keruh
DPRD Padang Soroti Masalah SPMB 2026: Minta Evaluasi, Ini Persoalan Serius! 
DPRD Padang Soroti Masalah SPMB 2026: Minta Evaluasi, Ini Persoalan Serius! 
DPRD Padang Sahkan Fadly Amran-Maigus Nasir sebagai Wako dan Wawako Periode 2025-2030
DPRD Padang Sahkan Fadly Amran-Maigus Nasir sebagai Wako dan Wawako Periode 2025-2030