Karantina Sumbar Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Sertifikasi Lebih Cepat

Sebanyak 2 kg kulit kayu manis asal Sumbar dikirim ke Amerika Serikat. Sebelum dikirim, kulit kayu manis diperiksa pejabat Karantina Sumbar.

Sebanyak 2 kg kulit kayu manis Sumbar dikirim ke Amerika Serikat. [foto: infopublik.id]

Langgam.id – Balai Karantina Sumatera Barat terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Mulai 1 September 2024, lembaga ini secara resmi menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada sertifikat karantina, mempermudah dan mempercepat proses sertifikasi bagi pelaku usaha.

Kepala Balai Karantina Sumbar, Ibrahim, menjelaskan bahwa penerapan TTE merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui digitalisasi layanan.

“Penerapan TTE saat ini sudah berlaku untuk sertifikat domestik masuk dan keluar. Sedangkan untuk sertifikat ekspor, akan segera menyusul dalam waktu dekat,” ujar Ibrahim dalam konferensi pers, Kamis (5/9/2024).

Dengan TTE yang terintegrasi ke sistem Barantin, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan sertifikat karantina secara online melalui portal resmi di ptk.karantinaindonesia.go.id. Sebelum melakukan permohonan, pengguna diwajibkan terlebih dahulu membuat akun di registrasi.karantinaindonesia.go.id.

Ibrahim juga menambahkan bahwa TTE tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan keamanan, transparansi, dan efisiensi dibandingkan dengan sertifikat manual berbasis kertas.

“Kami berharap dengan penerapan TTE ini, proses pengurusan perizinan semakin mudah dan cepat, terutama untuk memperlancar ekspor-impor komoditas asal Sumatera Barat,” tutupnya. (*/Yh)

Baca Juga

Sebanyak 2 ribu ekor ikan asal Sumbar dikirim ke Jakarta pada Kamis (15/2/2024) lalu. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT)
Arus Barang dan Jasa Meningkat, Karantina Sumbar Perketat Pengawasan Jelang Lebaran
Karantina Sumbar Lakukan Pengujian Hama Penyakit Ikan, Cegah Penyebaran Virus IHHNV
Karantina Sumbar Lakukan Pengujian Hama Penyakit Ikan, Cegah Penyebaran Virus IHHNV
Kementan mulai bergerak memulihkan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana, salah satunya di Sumatra Barat (Sumbar).
Kementan Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Sumbar Terdampak Bencana
Jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata di Kota Padang diprediksi meningkat pada masa libur pajang pekan ini. Satpol PP Padang pun
Satpol PP Padang Perketat Pengamanan Objek Wisata saat Libur Panjang
BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman.
BNPB Percepat Pembangunan 34 Huntara di Padang Pariaman
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan kepala daerah se-Sumatra Barat pada Selasa (13/1/2026) di Auditorium Gubernur Sumbar.
Mendagri: Warga Terdampak Bencana Bisa Diusulkan jadi Penerima Manfaat Bansos