SPH Terapkan Bedah Minimal Invasif, Pasien Bisa Pulang Lebih Cepat

Langgam.id — Semen Padang Hospital (SPH) terus mengembangkan layanan kesehatan dengan menghadirkan teknik bedah minimal invasif, sebuah metode operasi modern yang memungkinkan pasien pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas dalam waktu singkat.

Melalui pendekatan ini, pasien yang menjalani tindakan operasi bahkan dapat pulang pada keesokan hari. Hal itu dimungkinkan karena prosedur dilakukan melalui sayatan berukuran kecil, berbeda dengan operasi konvensional yang umumnya membutuhkan luka lebih besar dan waktu pemulihan lebih lama.

General Manager Layanan Medis SPH, dr. Dewi Nensi Putri, MARS, mengatakan bahwa teknologi tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan medis efektif tanpa harus menjalani rawat inap berkepanjangan.

“Dengan teknologi ini, pasien tidak perlu terlalu lama meninggalkan aktivitas sehari-hari. Proses pemulihan lebih cepat dengan hasil yang tetap optimal,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Menurut dia, selain mempercepat masa pemulihan, bedah minimal invasif juga dinilai mampu menekan risiko nyeri dan komplikasi pascaoperasi. Hal ini menjadikan metode tersebut semakin diminati seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat, aman, dan efisien.

SPH saat ini telah menerapkan berbagai jenis tindakan dalam kategori bedah minimal invasif. Di antaranya adalah arthroscopy untuk menangani gangguan sendi seperti lutut, bahu, dan pergelangan tangan dengan bantuan kamera kecil.

Selain itu, terdapat laparoscopy yang digunakan untuk tindakan di area perut, seperti usus, kandung empedu, dan organ reproduksi. Teknik ini memanfaatkan sayatan kecil serta kamera untuk meningkatkan presisi selama operasi.

Di bidang THT, SPH juga menerapkan Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS), yaitu prosedur berbasis endoskopi untuk menangani gangguan sinus melalui rongga hidung tanpa sayatan besar.

Adapun pada tindakan microscopic surgery, dokter menggunakan bantuan mikroskop untuk menangani jaringan berukuran sangat kecil, seperti saraf dan pembuluh darah, sehingga akurasi tindakan lebih terjaga.

Sementara itu, di bidang urologi, sejumlah prosedur modern seperti Ureteroscopy (URS), Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), serta Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) telah diterapkan untuk menangani batu saluran kemih dan ginjal tanpa operasi terbuka.

Di bidang oftalmologi, teknik phacoemulsification juga menjadi salah satu unggulan. Metode ini digunakan untuk operasi katarak dengan menghancurkan lensa yang keruh menggunakan gelombang ultrasonik, kemudian menggantinya dengan lensa buatan.

Dengan berbagai penerapan tersebut, bedah minimal invasif menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain mengurangi risiko infeksi, mempercepat masa rawat inap, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas dalam waktu lebih singkat.

Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen SPH dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan medis yang lebih modern, efektif, dan nyaman.

Tag:

Baca Juga

SPH Edukasi Gizi dan Fisioterapi di Kegiatan PWP Pertamina Patra Niaga
SPH Edukasi Gizi dan Fisioterapi di Kegiatan PWP Pertamina Patra Niaga
SPH Dirikan Posko Kesehatan Lebaran di BIM, Gandeng PT KAI Layani Pemudik
SPH Dirikan Posko Kesehatan Lebaran di BIM, Gandeng PT KAI Layani Pemudik
Sambut Idul Fitri, Yayasan Semen Padang Bagikan Paket Lebaran untuk Fakir Miskin dan Anak Yatim
Sambut Idul Fitri, Yayasan Semen Padang Bagikan Paket Lebaran untuk Fakir Miskin dan Anak Yatim
Masjid Asy-Syifa SPH Gelar I’tikaf 10 Hari Terakhir Ramadan
Masjid Asy-Syifa SPH Gelar I’tikaf 10 Hari Terakhir Ramadan
Semarak Ramadan, DKM Masjid Asy-Syifa dan SPH Bagikan 100 Paket Takjil
Semarak Ramadan, DKM Masjid Asy-Syifa dan SPH Bagikan 100 Paket Takjil
Dokter Spesialis SPH Berikan Tips Aman Puasa bagi Penderita Diabetes Melitus
Dokter Spesialis SPH Berikan Tips Aman Puasa bagi Penderita Diabetes Melitus