Langgam.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Juni 2026 mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan Mei 2026, jumlah penumpang yang berangkat naik 32,97 persen menjadi 100,94 ribu orang.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah penumpang pada penerbangan domestik maupun internasional.
“Jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau pada Juni 2026 mencapai 100,94 ribu orang atau meningkat 32,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Nurul Hasanudin dalam Berita Resmi Statistik BPS Sumbar, Rabu (6/8/2026).
Ia menjelaskan, penumpang penerbangan domestik yang berangkat tercatat sebanyak 80,26 ribu orang atau meningkat 32,99 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 60,35 ribu orang. Sementara itu, penumpang penerbangan internasional mencapai 20,68 ribu orang atau naik 32,91 persen dibanding bulan sebelumnya.
Selain keberangkatan, jumlah penumpang yang datang ke BIM juga mengalami peningkatan. Pada Juni 2026, total penumpang yang tiba di BIM mencapai 91,95 ribu orang atau naik 14,18 persen dibandingkan Mei 2026.
Rinciannya, penumpang domestik yang datang sebanyak 72,13 ribu orang atau meningkat 8,83 persen. Sedangkan penumpang internasional yang datang mencapai 19,82 ribu orang atau naik 39,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
BPS juga mencatat peningkatan jumlah pergerakan pesawat di BIM. Selama Juni 2026, jumlah pesawat yang berangkat mencapai 718 penerbangan atau meningkat 16,56 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara pesawat yang datang tercatat sebanyak 719 penerbangan atau naik 16,34 persen.
Di sektor transportasi lainnya, jumlah penumpang kereta api kelas ekonomi lokal di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan. Pada Juni 2026, jumlah penumpang mencapai 226,91 ribu orang atau naik 14,23 persen dibandingkan Mei 2026.
Sementara itu, aktivitas angkutan laut menunjukkan tren yang beragam. Barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri turun 24,91 persen, sedangkan barang yang dibongkar turun 21,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, aktivitas angkutan laut luar negeri mengalami peningkatan, dengan barang yang dimuat naik 48,47 persen dan barang yang dibongkar melonjak hingga 301,36 persen.
Nurul Hasanudin mengatakan perkembangan tersebut menggambarkan dinamika sektor transportasi di Sumatera Barat, di mana angkutan udara dan kereta api mengalami pertumbuhan jumlah penumpang, sementara aktivitas angkutan laut menunjukkan variasi antara perdagangan dalam negeri dan luar negeri. (HER)






