Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berencana mengusulkan perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanuddin.
Wacana tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang dipublikasikan pada Rabu (23/9/2026).
Jhon Kenedy mengatakan, mayoritas nama bandara di Indonesia menggunakan nama pejuang maupun tokoh agama yang memiliki peran penting dalam sejarah daerah.
“Oleh karena itu, ada baiknya Bandara Internasional Minangkabau kita usulkan menjadi Bandara Syekh Burhanuddin,” katanya.
Menurutnya, Syekh Burhanuddin merupakan salah satu ulama besar di Sumatera Barat yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Minangkabau.
Karena itu, Pemkab Padang Pariaman saat ini mulai melakukan lobi dan komunikasi terkait rencana perubahan nama bandara internasional satu-satunya di Sumatera Barat tersebut.
“Kami akan audiensi dulu dengan Bapak Gubernur serta DPRD. Target kami tentunya secepatnya,” ujarnya.
Usulan perubahan nama tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Rencana itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Padang Pariaman mengangkat nama tokoh sejarah yang dinilai memiliki peran penting bagi daerah dan masyarakat Minangkabau.
Syekh Burhanuddin dikenal sebagai salah satu ulama besar yang berperan dalam perkembangan Islam di Minangkabau. Ulama yang lahir di Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman, tersebut juga dikenal sebagai pengamal Tarekat Syattariyah dan tokoh yang mengembangkan surau sebagai pusat pendidikan keagamaan.
Sebelum usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat, Pemkab Padang Pariaman berencana berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan DPRD.
Langgam.id berupaya mengonfirmasi mekanisme yang akan ditempuh Pemkab Padang Pariaman terkait wacana tersebut. Konfirmasi telah diupayakan kepada Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz dan Sekda Padang Pariaman Hendra Aswara pada Kamis (24/9/2026), namun hingga berita ini ditulis belum mendapatkan jawaban.
Sementara itu, Sekda Sumatera Barat Arry Yuswandi saat dikonfirmasi mengenai wacana perubahan nama tersebut mengatakan Pemprov Sumbar belum membahasnya.
“Belum ada pembicaraan di Pemprov,” katanya. (HER)





