Ini Alasan Fakrizal Maju di Pilgub Sumbar 2020

Fakhrizal dan ibunda

Fakhrizal dan ibunda. (istimewa)

Langgam.id- Irjen Pol Fakhrizal resmi maju ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Barat (Sumbar) 2020 dengan mengantongi nomor urut 3. Fakhrizal mempunyai alasan tersendiri maju sebagai calon gubernur (cagub) sumbar yang didampingi calon wakil gubernur (cawagub) Genius Umar.

Ia mengatakan keputusan dirinya maju ke Pilgub 2020, tidak terlepas dari banyaknya permintaan dari berbagai kalangan. Diantaranya, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, termasuk juga kalangan millenial.

‘’Awalnya saat saya bertugas sebagai Kapolda Sumbar tahun 2017, saya didatangi banyak kalangan meminta saya maju menjadi gubernur,’’kata Fakhrizal kepada wartawan di kediamannya, Sabtu malam (27/09/20).

Menurutnya, Sumbar merupakan daerah yang paling berperan dalam pembentukan NKRI. Keberadaannya pun diakui oleh pemerintah pusat dan seluruh provinsi di Indonesia.

Oleh sebab itu, apa saja aktivitas di tingkat nasional, masyarakat Sumbar pasti dilibatkan. Begitupun sebaliknya, segala terobosan di tingkat nasional didukung oleh masyarakat Sumbar. Namun belakangan ini, hubungan itu berubah menjadi tidak harmonis.

‘’Penyebabnya itu karena faktor politik. Selama dua pilpres kita selalu kalah, dan kalahnya itu telak sekali. Ini membuat pandangan pusat ke Sumbar menjadi berubah dan ini merugikan daerah,’’ucapnya.

Kemudian ia juga menceritakan pada awalnya Provinsi Sumbar merupakan daerah yang berpegang erat dengan adat dan agama, yang terkenal dengan filosofi ‘’Adat Basyandi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah’’. Konotasi ‘’beradat’’ itu, katanya, memiliki arti apapun persolan daerah, harus dibahas baik dan buruknya terlebih dahulu, setelah itu baru mengambil keputusan.

‘’Seorang Gubernur di Sumbar pada dasarnya juga seorang niniak mamak yang memiliki pola hubungan dengan cerdik pandai dan para ulama serta tokoh masyarakat lainnya. Saat dia memainkan peran niniak mamak dia tidak bisa berjalan sendiri, tapi harus musyawarah terlebih dahulu. Apalagi yang berkaitan dengan politik ke pusat, harus dibahas terlebih dahulu baik buruknya,’’ jelasnya.

Masalahnya, lanjutnya, kepemimpinan daerah selama ini membuat posisi orang Minangkabau yang dulunya dihormati menjadi tergerus. Stigma orang Minangkabau yang dulunya cerdas dan lihai dalam berdemomrasi, kini muncul sebagai stigma orang kalah.

Dengan alasan itu, Fakrizal merasa yakin dengan kepemimpinannya kelak dapat mengembalikan harmonisasi hubungan antara pusat dan daerah yang selama ini sempat tergerus. Terlebih ia memiliki Cawagub Genius Umar yang elektablitasnya di pusat tidak perlu dipertanyakan lagi.

‘’Saya ini jendral niniak mamak, para tokoh adat dan agama selama ini banyak berdiskusi dan membahas masalah Sumbar dan Minangkabau dengan saya. Artinya, jika allah meridhoi saya jadi gubernur, dua hal yang kita bahas tadi, posisi pemerintah Sumbar dan filosofi Minangkabau dapat berjalan beriringan,’’katanya.

Dengan diterapkannya dua hal itu di Sumbar, ia yakin akan memberikan udara segar kembali dalam kehidupan berdaerah, berbangsa, dan berbudaya.

Tag:

Baca Juga

Ekonomi Sumbar Melambat di Tengah Maraknya PETI, Ulul Azmi: Ini Bukan Tambang Rakyat, Ini Kapitalisme Sempit
Ekonomi Sumbar Melambat di Tengah Maraknya PETI, Ulul Azmi: Ini Bukan Tambang Rakyat, Ini Kapitalisme Sempit
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar secara tegas meminta Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup,
Walhi Sumbar Minta Polri, Menteri LH, ESDM dan Menhut Ambil Alih Kasus Penganiayaan Nenek Saudah
Dua ruang terbuka hijau baru yang dibangun Pemko Padang, sudah mulai beroperasi awal Januari 2026 ini. Yaitu Taman Rimbo Kaluang dan
Petugas Kebersihan Disiagakan di Taman Rimbo Kaluang dan Aliran Kenangan, Parkir Gratis
Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (PSB UNAND) mengingatkan kelayakan kawasan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang
PSB UNAND: Kelayakan Kampus UIN IB Pascalongsor Tak Ditentukan Hanya dari Pengamatan Visual
Memetik Hikmah Dibalik Musibah dan Bencana, IKAPPABASKO Tabligh Akbar dan Doa Bersama di Jakarta
Memetik Hikmah Dibalik Musibah dan Bencana, IKAPPABASKO Tabligh Akbar dan Doa Bersama di Jakarta
Tingkatkan Layanan, Pengelola Trans Padang Tambah Fasilitas Halte Imam Bonjol Koridor 2 dan 3
Tingkatkan Layanan, Pengelola Trans Padang Tambah Fasilitas Halte Imam Bonjol Koridor 2 dan 3