Info Mudik: 12 Titik Rawan Macet di Sumbar

Info Mudik: 12 Titik Rawan Macet di Sumbar

Titik rawan macet di Sumbar (Sumber: Dishub, Peta: openstreetmap.org)

Langgam.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi meminta pemudik dan pengguna jalan di masa libur lebaran memperhatikan sejumlah titik rawan macet di Sumatra Barat (Sumbar).

Dishub mencatat, setidaknya, terdapat 12 titik rawan macet yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Di bagian utara, ruas rawan macet itu yakni, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, objek Wisata Lembah Anai, Padang Panjang, Pasar Koto Baru, Pasar Padang Lua, Pasar Baso dan Simpang Piladang. Seluruh ruas tersebut berada di Jalur Padang-Bukittinggi-Payakumbuh.

Di bagian selatan, ruas rawan macet ada di Simpang Gaung Teluk Bayur (Padang), Sepanjang Tarusan-Painan serta Pasar Kambang (Pesisir Selatan).

Selain 11 titik yang biasanya rawan macet itu, ada tambahan satu titik rawan macet lagi karena belum selesainya pembangunan jembatan di Kayu Tanam, jalur Padang-Bukittinggi.

"Selain itu, juga jembatan Kayu Tanam, Padang Pariaman. Itu kalau seandainya belum kelar sebelum Lebaran," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi, saat dihubungi di Padang, Kamis, (23/5/2019).

Untuk mengantisipasi macet, menurutnya, Dishub mengarahkan para pengguna jalan untuk melewati jalur alternatif.

"Antisipasi kita ada jalur alternatif. Lubuk Alung bisa diarahkan belok ke BIM (Bandara Internasional Minangkabau) melewati Pantai Tiram, Sicincin atau Lembah Anai bisa diarahkan lewat ke Malalak, kemudian di Koto Baru kan ada juga Pasar Tumpah melewati Padang Lua bisa diarahkan ke Batu Palano," katanya.

Heri mengatakan jalur alternatif tersebut aman untuk dilewati oleh pengendara. Ia meminta para pengguna jalan dapat memprediksi waktu yang tepat untuk perjalanannya agar tidak bertumpuk pada satu jam yang sama sehingga menimbulkan macet.

"Kemudian masyarakat juga mencari informasi lewat internet atau radio mengenai keadaan jalan. Nanti akan selalu dimonitor," kata Heri.

Heri juga mengingatkan agar masyarakat mempertimbangkan faktor cuaca saat perjalanan. Sebab di Sumbar memiliki banyak titik longsor sehingga dapat terjadi suatu waktu saat hujan.

"Daerah kita kan banyak rawan longsor, dia harus waspada kalau hari hujan, kemudian selalu memperkirakan faktor cuaca. Kalau hujan terlalu hebat bisa berhenti ya berhenti dulu untuk istirahat," ujarnya.

Mengenai daerah rawan longsor, Heri mengatakan berdasarkan informasi dari PUPR dan BPBD sudah mensiagakan alat berat di titik-titik longsor. Alat berat tersebut disiagakan untuk menangani secara cepat jika suatu waktu terjadi longsor.

"Kalau kita sendiri untuk daerah Silaing akan mensiagakan alat derek satu, kalau terjadi di luar dugaan nanti," katanya. (Rahmadi/HM)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Pemudik dari Arah Selatan Paling Banyak Istirahat di Pos Lebaran
Pemudik dari Arah Selatan Paling Banyak Istirahat di Pos Lebaran
Evaluasi Arus Mudik Lebaran di Sumbar: Rekayasa Lalu Lintas Solusi Kepadatan
Evaluasi Arus Mudik Lebaran di Sumbar: Rekayasa Lalu Lintas Solusi Kepadatan
Jalan Lintas Sumatra Pinggir Danau Singkarak Macet Hingga 4 Kilometer
Jalan Lintas Sumatra Pinggir Danau Singkarak Macet Hingga 4 Kilometer
Peta arus lalu lintas parang-bukittinggi
Ada 3 Titik Macet Payakumbuh-Bukittinggi, Gunakan Jalur Alternatif
Malam Ini Puncak Arus Balik di Sumbar, Dirlantas: Bila Stagnan Akan Dialihkan
Malam Ini Puncak Arus Balik di Sumbar, Dirlantas: Bila Stagnan Akan Dialihkan
Jalur Padang Arah ke Pesisir Selatan Macet di Bukit Putus
Jalur Padang Arah ke Pesisir Selatan Macet di Bukit Putus