Imlek 2021, Warga Dilarang Berfoto di Kelenteng See Hien Kiong Padang

Kelenteng See Hin Kiong di Kota Padang

Kelenteng See Hin Kiong di Kota Padang. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh tanggal 12 Februari 2021 akan berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Selain membatasi kerumunan, para pengunjung juga dilarang untuk berfoto.

Hal itu dinyatakan Seksi Humas Kelenteng See Hien Kiong, Indra Lie. Menurutnya, pihaknya membatasi kerumuman dan melarang berfoto di Kelenteng demi menjaga kesehatan dari pandemi covid-19.

“Masuk ke dalam Kelenteng dengan protokol kesehatan. Pengunjung tidak kita bolehkan berfoto di pekarangan,” katanya, Kamis (14/1/2021), seperti dilansir dari media sosial resmi Diskominfo Padang.

Tahun ini, kata Indra, Kelenteng See Hien Kiong tidak lagi memasang lampion di pekarangan. Lampion-lampion hanya akan dipasang di bagian dalam.

“Kita pasang lampion di dalam supaya tidak ada keramaian di bagian luar,” jelasnya.

Sementara itu, ibadah pada Tahun Baru Imlek tetap dijalankan. Namun, dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, Kelenteng See Hien Kiong juga memasang spanduk berisi imbauan kepada seluruh jamaah untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. (*/ICA)

Baca Juga

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG