Langgam.id – 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dibatalkan pada Minggu (6/9/2026). Pembatalan ini imbas dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhap terganggunya jalur penerbangan, terutama terhadap operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, Jakarta.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM Dony Subardono mengatakan, pembatalan dilakukan demi keselamatan penerbangan.
“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan penumpang maupun kru pesawat,” ujar Dony, Minggu (6/9/2026).
Ia menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait tentang pembatan penerbangan tersebut.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang,” kata dia.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM terus memperbarui informasi terkait jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan daftar sementara, penerbangan yang dibatalkan melibatkan sejumlah maskapai. Di antaranya Lion Air, Citilink Indonesia, Pelita Air, Super Air Jet, Garuda Indonesia, Batik Air, dan Susi Air.
Dari Lion Air, penerbangan yang terdampak yakni JT 353 rute Padang-Jakarta, JT 256 Jakarta-Padang, dan JT 257 Padang-Jakarta.
Citilink Indonesia mencatat penerbangan QG 952, QG 953, QG 180, QG 181, QG 958, QG 959, QG 954, dan QG 955 ikut dibatalkan.
Sementara itu, Pelita Air membatalkan penerbangan IP 350 dan IP 351. Super Air Jet juga membatalkan penerbangan IU 812 dan IU 813.
Selanjutnya, Garuda Indonesia membatalkan GA 148 dan GA 149. Dan Batik Air membatalkan penerbangan ID 7109 dan ID 7108.
Kemudian Susi Air juga membatalkan penerbangan SI 7294 rute MPC-Padang dan SI 200 rute Padang-Pekanbaru.
Dony mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui BIM untuk memantau perkembangan jadwal penerbangannya.
“Penumpang kami imbau untuk terus memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya,” tuturnya. (WAN)






