Ibu dari Adik-Kakak Korban Pemerkosaan di Padang Menolak Berikan Keterangan

Langgam.id-pemerkosaan

Ilustrasi. [foto: canva.com]

Langgam.id – Polisi terus mendalami kasus pemerkosaan kakak beradik di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Pemerkosaan ini dilakukan oleh orang terdekat korban mulai dari kakek, paman, kakak kandung, kakak sepupu serta tetangga.

Padahal kedua bocah perempuan ini masih berusia lima dan sembilan (sebelumnya tertulis tujuh tahun). Sampai saat ini, lima orang terlibat dalam kasus ini sudah diamankan pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi sebanyak tujuh orang. Namun untuk ibu kandung korban menolak memberikan keterangan.

“Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap ibu korban. Tapi ibu korban menolak memberikan keterangan,” kata Rico, Kamis (18/11/2011).

Rico mengungkapkan, alasan ibu kandung korban tidak mau memberikan keterangan lantaran tidak ingin kasus ini dilaporkan. Padahal peristiwa ini telah membuat geram warga di sekitar kediaman korban.

“Karena merasa tidak ingin melaporkan peristiwa tersebut. Karena yang melaporkan kejadian ini adalah warga atau tetangga karena tidak tega atas tindakan pelaku,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah korban bercerita kepada tetangganya. Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya takut berada di rumahnya.

Selanjutnya, tetangga menghubungi rukun tetangga dan memberitahu kondisi yang dialami korban. Kasus ini pun sampai ke pihak kepolisian sehingga ditindaklanjuti sesegera mungkin.

Baca juga: Kata Tetangga Soal Adik-Kakak Diperkosa Bergilir di Padang

Rico menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan psikolog dan Dinas Sosial untuk pemulihan trauma anak.

“Kondisi kedua anak sekarang masih mengalami trauma. Karena memang anak ini takut dekat dengan laki-laki,” tuturnya.

Baca Juga

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir di Kota Padang, BNPB Catat Tinggi Air Capai 1,5 Meter
Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan