Hujan Ekstrem Kembali Guyur Sumbar Pagi Ini, Area Kayu Tanam Tembus 245 mm

Sejumlah daerah di Sumatra Barat berpotensi diguyur hujan pada dua hari ke depan, Rabu-Kamis (28-29/1/2026).

Ilustrasi hujan. [foto: canva.com]

Langgam.id – Rentetan cuaca ekstrem di Sumatera Barat belum juga mereda. Setelah tiga hari berturut-turut diguyur hujan ekstrem pada 23–25 November 2025 yang memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah, pagi ini, Jumat (28/11/2025), intensitas hujan kembali melonjak tajam hingga memecahkan rekor di sejumlah titik.

Sejak dini hari, sistem awan Cumulonimbus bergerak lambat dan bertahan di wilayah pesisir serta dataran tengah Sumbar. Stasiun Klimatologi BMKG Sumbar mencatat hujan yang turun subuh–pagi ini berada pada level ekstrem.

Rizky A. Saputra, Pranata Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Klimatologi Sumbar, menyebut kondisi atmosfer hari ini “sangat aktif hingga level yang tidak biasa.”

“Ini hujan ekstrem yang sangat liar. Untuk rentang dini hari sampai pagi saja, angka-angka yang muncul sudah melampaui batas aman di banyak titik,” kata Rizky.

Hingga pukul 07.30 WIB, curah hujan tercatat:

Kayu Tanam: 245 mm

Malalo: 212 mm

Tiku: 201 mm

Lubuk Basung: 218 mm

Menurut standar BMKG, kategori ekstrem dimulai dari curah hujan lebih dari 150 mm per hari. Namun sejumlah lokasi di Sumbar hari ini menembus lebih dari 200 mm hanya dalam beberapa jam.

Rentetan Kejadian Ekstrem Sejak 23–25 November

Rizky menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang kembali muncul pagi ini bukan berdiri sendiri, melainkan lanjutan dari rangkaian kejadian hujan ekstrem yang melanda Sumbar sejak 23 November lalu.

“Selama tiga hari berturut-turut terjadi hujan ekstrem di beberapa wilayah pesisir Sumbar, terutama di Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Agam, dan Pasaman Barat,” ujar Rizky, Selasa (25/11/2025).

Pada 23 November, tiga wilayah mencatat hujan ekstrem: Limau Purut, Pariaman, dan Sungai Limau, dengan nilai tertinggi 168 mm di Limau Purut.

Sehari berikutnya, 24 November, intensitas hujan meningkat.
“Curah hujan tertinggi kembali tercatat di Limau Purut mencapai 182 mm, dan itu termasuk kejadian ekstrem yang sangat jarang,” kata Rizky. Bungus di Kota Padang juga mengalami hujan ekstrem.

Puncak ekstrem terjadi pada 25 November 2025, ketika Lubuk Minturun, Kota Padang, mencatat 261 mm dalam sehari, memecahkan rekor harian 30 tahun terakhir yang sebelumnya bertahan sejak 17 Juni 2016 (225 mm).

“Ini menjadi rekor tertinggi dalam satu hari untuk wilayah Padang selama lebih dari tiga dekade,” jelasnya.

Menurut BMKG, lonjakan hujan ekstrem selama lima hari terakhir disebabkan oleh kombinasi faktor atmosfer dan oseanografi yang saling menguatkan.

“Dalam lima hari terakhir terjadi perubahan drastis dari kondisi kering menjadi sangat basah. Ini dipicu oleh Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, anomali suhu muka laut yang menghangat, serta penguatan angin baratan akibat keberadaan Siklon Tropis 95B di Malaysia,” ujar Rizky.

Kondisi-kondisi tersebut menimbulkan suplai uap air yang sangat besar ke pesisir barat Sumatra dan memicu tumbuhnya awan-awan konvektif berukuran masif.

BMKG mengimbau masyarakat di bantaran sungai, dataran rendah, daerah rawan longsor, dan kawasan hilir DAS agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan, banjir bandang, dan tanah longsor, terlebih melihat bahwa pola hujan ekstrem masih mungkin berlanjut dalam beberapa hari ke depan. (*/Yh)

Baca Juga

Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara "Lelaki Cadangan" di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara “Lelaki Cadangan” di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
4-anak-masih-dirawat-di-rsup-m-djamil-padang-akibat-gagal-ginjal-akut-misterius
Heboh Balita Meninggal di Padang, Sang Ibu Ungkap Buruknya Pelayanan hingga Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil
Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar sudah menangani 51 perkara korupsi yang dilimpahkan ke pengadilan sepanjang 2024.
Kasus Dugaan Korupsi Kampus III UIN IB Padang Terus Bergulir, Wakil Rektor dan Kabiro Diperiksa Kejati Sumbar
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
2 Personel Polres Solok Kota Diperiksa Propam, Buntut Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik