Hitungan Cepat PSU DPD RI di Sumbar, Cerint dan Irman Gusman Lolos, Emma Yohana Gagal Kembali ke Senayan

Langgam.id- Cerint Irraloza Tasya memperoleh suara tertinggi pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) DPD RI di Sumatra Barat, berdasarkan hitungan cepat Lembaga Survei SBLF MyRiset. Cerint disusul inkumben Muslim M Yatim, Jelita Donal dan Irman Gusman.

PSU DPD DI di Sumbar digelar di 19 kabupaten dan kota pada Sabtu (13/7/2024), setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan yang diajukan calon anggota DPD RI Irman Gusman. 

Hitungan cepat SBLF MyRiset di 800 TPS dengan Margin of Error 3,1 persen. Data sudah masuk 100 persen.

Cerint kembali meraih suara tertinggi, seperti hasil Pileg 2024 yang berlangsung 14 Februari 2024.

“Hitungan cepat didapatkan hasil Cerint 18.18 persen, Muslim M Yatim 16.74 persen, Jelita Donal 13.7 persen dan Irman Gusman 11.87 persen,” ujar Direktur SBLF MyRiset Edo Andrefson.

Kata Edo, PSU mengubah calon anggota DPD terpilih. Emma Yohana yang terpilih pada Pemilu 14 Februari 2024, gagal melaju ke Senayan.

Emma yang sudah tiga periode di DPD RI digantikan Irman Gusman, yang berada diurutan keempat. Irman namanya kembali masuk sebagai calon anggota DPD setelah adanya keputusan MK.

Selain itu, Muslim M Yatim yang sebelumnya berada di peringkat keempat naik ke nomor 2. Sedangkan Jelita Donal berada di peringkat 3. 

“Keunggulan Muslim M Yatim kami lihat di lapangan karena dukungan kader PKS yang solid karena mendukung dan masyarakat luas yang merasakan kiprah 1 periode beliau,” ujarnya.

Baca Juga

Pelatih Semen Padang Fc Nil Maizar
Manajemen Pecat Pelatih Semen Padang FC Nil Maizar
Semen Padang Fc Kalah Tipis 0-1 dari PSPS Riau
Semen Padang Fc Kalah Tipis 0-1 dari PSPS Riau
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Gubernur Sumbar Mahyeldi
HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi Ungkap 35 Indikator Pembangunan Masih Perlu Dikebut
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru