Hindari Kontak Fisik, Tiket KA di Padang Hanya Bisa Dipesan Online

Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan membeberkan sejumlah pembangunan perkeretaapian di 2024. Dua di antara di Sumbar.

Gerbang Stasiun Kereta Api, Simpang Haru, Kota Padang (Foto: Dok. Diskominfo Kota Padang)

Langgam.id – PT KAI Divre II Sumatra Barat (Sumbar) mengubah cara pemesanan tiket kereta api secara langsung menjadi online. Pembelian tiket di tempat hanya dapat dilakukan pada hari yang sama dengan pemesanan maksimal 3 jam sebelum keberangkatan kereta.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Ujang Rusen Permana mengatakan mulai 1 Januari 2021, pemesanan tiket kereta api hanya bisa secara online melalui aplikasi KAI Access atau channel eksternal yang bekerja sama dengan PT KAI.

“Mulai Januari 2021, semua pemesan tiket kereta di wilayah Divre II hanya bisa dilakukan melalui aplikasi KAI Access. Stasiun hanya melayani pembelian tiket untuk keberangkatan hari itu (Go Show) dengan rentang waktu 3 jam sebelum keberangkatan,” katanya, Rabu (30/12/2020).

PT KAI menurutnya menerapkan kebijakan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Disana disebutkan bahwa pada masa Pandemi covid-19, operator sarana transportasi diminta untuk menjual tiket secara daring atau online.

“Kebijakan ini juga merupakan rangkaian dari perubahan layanan loket di masa pandemi oleh KAI. Dengan transaksi secara online akan mengurangi kontak fisik dengan petugas sehingga membantu memutus mata rantai penyebaran covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat bisa melihat jadwal dan tarif kereta api secara lengkap di aplikasi KAI Access. Bukan hanya perjalanan kereta di Divre II, namun semua perjalanan kereta di seluruh wilayah operasional kereta api bisa dilihat dan bahkan dipesan. Namun perlu diperhatikan berbagai persyaratan di masa pandemi ini terutama saat memesan perjalanan kereta api Jarak Jauh. (Rahmadi/ABW)

Baca Juga

Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Djangan sekali-kali meninggalkan sedjarah! Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sedjarahnya sendiri. Dari sedjarah
Gala Adat dan Pertaruhan Marwah
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar