Heboh Siswi Non Muslim di Padang Diwajibkan Berhijab, Disdik Sumbar Turun Tangan

Swasta Tak Buka PPDB Online, cooling down, video oknum pemuda

Kantor Dinas Pendidikan Sumbar. (Foto: pendidikan.sumbarprov.go.id)

Langgam.id – Video viral percakapan seorang wali murid dengan salah satu guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padang beredar di media sosial. Percakapan itu membahas tentang kebijakan sekolah yang mewajibkan para pelajar memakai hijab.

Padahal anak dari wali murid tersebut menganut agama non muslim. Lantas, video percakapan antara wali murid dengan salah satu guru ini pun beredar hingga banyak dikritik netizen tentang peraturan sekolah itu.

Video berdurasi 15 menit 23 detik tersebut diupload secara oleh akun Facebook Elianu Hia, tak lain disinyalir merupakan orang tua pelajar. Dalam narasi postingan, dia juga menuliskan bahwa dirinya dipanggil pihak sekolah karena anaknya tidak pakai hijab.

“Lagi di sekolah SMK negri 2 Padang,,saya di panggil karna anak saya tdk pakai jilbab,,kita tunggu aja hasil akhirnya,,saya mohon di doakan ya,” tulisnya.

Dari potongan percakapan di video tersebut, orang tua pelajar mempertanyakan apakah mengunakan hijab merupakan kewajiban. Dia pun menilai tindakan itu melanggar hak asasi manusia.

“Kalau saya pakai jilbab, seakan-akan saya membohongi identitas agama saya. Di mana hak asasi manusia saya,” kata orang tua di video tersebut.

“Satu pertanyaan saya ke bapak, apakah ini imbauan atau merupakan suatu kewajiban?,” tanyanya kepada guru.

Menjawab pertanyaan itu, guru yang ada di dalam video menegaskan bahwa ini merupakan kewajiban. Karena menurutnya sudah tertuang dalam aturan.

“Bagi SMK 2, ini merupakan kewajiban. Karena sudah tertuang dalam aturan, seperti yang bapak lihat tadi, sudah ditandatangani kepala sekolah dan diperbaharui setiap tahun,” jelasnya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim ke SMK Negeri 2 Padang. Pihaknya sedang mengumpulkan data yang menjadi akar persoalan.

“Bisa sabar ya, nanti gini, saya sedang menurunkan tim, masih di sana sejak tadi siang. Jadi sedang mengumpulkan data yang menjadi akar persoalan,” kata Adib dikonfirmasi langgam.id

Adib mengungkapkan pihaknya akan memberikan keterangan secara rinci kepada awak media nanti malam. “Rencana nanti malam di (rumah makan) sederhana kita ngumpul. Nanti malam lah ya,” ujarnya. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Polemik Tunggakan Seragam Rp300 Ribu 2 Siswa di Padang: Putuskan Pindah Sekolah, Kini Dibantu Donatur 
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Kronologi 2 Siswa MAS Al Furqan Padang Dikeluarkan Sekolah karena Tunggakan Seragam Rp300 Ribu
Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi