Langgam.id – Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Kamis (24/9/2026).
Mahasiswa datang membawa tuntutan terkait pemulihan lahan pertanian masyarakat yang terdampak bencana. Mereka berharap aspirasi tersebut dapat disampaikan langsung kepada pimpinan daerah.
Namun, setibanya di Kantor Gubernur Sumbar, massa ditemui sejumlah pejabat Pemprov Sumbar. Di antaranya Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pertanian, Asisten II Setdaprov Sumbar Yoza Wardi, Kepala Satpol PP, Kepala BPKAD, dan Kepala Bapenda.
Asisten II Setdaprov Sumbar Yozawardi Usama Putera mengatakan, gubernur dan wakil gubernur tidak berada di kantor karena sedang berada di Kabupaten Solok.
“Saya ditugaskan untuk menemui dan menerima aspirasi dari teman-teman mahasiswa, karena gubernur dan wakil gubernur sedang tidak berada di kantor. Dan ini sudah dapat dipastikan tidak bisa hadir,” katanya.
Sementara itu Koordinator Aksi Nova Ramadhani mengatakan, kedatangan mahasiswa bertujuan menyampaikan tuntutan mengenai kondisi lahan pertanian masyarakat Sumbar yang hingga kini belum pulih akibat terdampak bencana.
“Kami ingin menyampaikan tuntutan persoalan lahan-lahan pertanian masyarakat Sumbar yang belum pulih dari dampak bencana,” katanya.
Menurut Nova, mahasiswa berharap tuntutan tersebut dapat disampaikan langsung kepada gubernur atau wakil gubernur. Jika keduanya tidak dapat menemui massa, mahasiswa meminta pejabat Pemprov Sumbar menghubungi pimpinan daerah melalui telepon.
“Apabila gubernur dan wakil gubernur tidak bisa menemui kami, kami meminta salah satu pejabat menghubungi beliau via telepon. Kami ingin menyampaikan tuntutan ini secara langsung,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, mahasiswa ingin memastikan aspirasi mengenai pemulihan lahan pertanian tersebut diterima langsung oleh pimpinan daerah dan mendapat tindak lanjut.
Pantauan Langgam.id, hingga Kamis (24/9/2026) sore, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur Sumbar. Mahasiswa membawa spanduk dan bendera organisasi kampus serta menyampaikan orasi secara bergantian. (WAN)





