Harga Gambir Turun, Warga Ramai-ramai Mendulang Emas di Limapuluh Kota

Ilustrasi warga mendulang emas

Ilustrasi warga mendulang. (AI ChatGPT)

Langgam.id – Ramai-ramai warga di Nagari Galugur, Kacamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) mendulang emas di aliran sungai batang kampar. Informasinya, aktivitas ini dilakukan warga karena faktor harga gambir turun.  

Warga yang biasanya bertani gambir, kini beralih menambang emas. Kegiatan mendulang emas ini pun heboh dan viral di media sosial.  

Dari rekaman video, warga tampak menambang di tepi aliran sungai. Mereka mengenakan sekop dan ember untuk mengambil bongkahan tanah.  

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wachid mengatakan, aktivitas penambangan emas ini tidak mengunakan alat berat. Masyarakat hanya mengunakan alat dulang atau ayakan.  

“Memang informasinya aktivitas itu terpaksa dilakukan masyarakat karena harga gambir anjlok,” kata Syaiful, Selasa (7/4/2026). 

Ia menyebut kepolisian dalam hal ini berada di situasi dilematis. Satu sisi aktivitas penambang dilakukan masyarakat hanya untuk kebutuhan hidup.

“Kami hanya bisa memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat, agar dapat mencari peluang usaha di jalur lain,” ucapnya.  

Syaiful memastikan aktivitas penambangan emas yang dilakukan masyarakat tidak memakai air raksa atau merkuri. Karena aktivitas penambangan mengunakan itu merusak ekosistem.  

“Kami di posisi simalaka. Ini kepentingan hajat orang banyak yang mencari nafkah. Maka itu kami masih berupaya dalam bentuk preventif dan preemtif,” ungkapnya.  

Sementara itu Kapolsek Kapur XI AKP Rika Susanto menambahkan, keberadaan lokasi aktivitas penambangan sangat jauh. Dari Mako Polsek berjarak sampai 42 kilometer.  

Untuk menuju lokasi hanya melalui sungai dengan menaiki sampan atau bot. Setiap dilakukan upaya penindakan, selalu bocor.  

“Kami di polsek hanya memiliki 18 orang personel, sedangkan wilayah luas,” ucapnya.  

Maka itu,  kata Rika, kepolisian sampai saat ini terus melakukan imbauan kepada masyarakat. Selain itu, agar segera diurus izin pertambangan rakyat (IPR) sehingga aktivitas tersebut jadi legal.  

“Kami satu sisi tidak tega, satu sisi harus penegakkan hukum. Jadi dilematis. Tapi bersyukurnya, tiga bulan aktivitas penambangan ini, kriminalitas di wilayah kami jadi menurun. Sebelumnya, selalu terjadi aksi pencurian di dalam rumah warga,” imbuhnya.

Baca Juga

Daftar Kabupaten/Kota Kena Tegur Pemprov Terkait Penyusunan Peraturan Kepala Daerah
Daftar Kabupaten/Kota Kena Tegur Pemprov Terkait Penyusunan Peraturan Kepala Daerah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Gubernur Layangkan Teguran untuk 12 Kabupaten/Kota, Susun Perkada Tanpa Fasilitasi Pemprov
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Masyarakat Nagari Kubang Putiah Agam menolak trase Tol Sicincin-Bukittinggi. (Dok. Saluak Kreasi)
Pemerintah Batalkan Trase Tol Sicincin Bukittinggi yang Lewati Kubang Putiah
Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Usai Insiden Bom Rakitan, Aktivitas Belajar di MAN 3 Padang Kembali Normal
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak