Harga Cabai Merah di Padang Panjang Turun

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap bahan pokok,

Ilustrasi pedagang cabai. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Harga cabai merah di pasaran Kota Padang Panjang turun dari Rp41.000/kg menjadi Rp39.125/kg, emasuki minggu ketiga Juli ini.

Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako Padang Panjang Putra Dewangga mengatakan, turunnya harga cabai merah ini pantas disyukuri dan diapresiasi. Artinya sistem produksi dan sistem distribusi cabai merah di Indonesia pada 2023 ini sudah jauh lebih baik dibandingkan 2022.

“Pengalaman kita pada 2022, sepanjang bulan Juli harga cabai merah berada di atas Rp90.000/kg, bahkan sempat mencapai Rp130.000/kg sehingga membuat inflasi di Sumbar mencapai rekor tertinggi di Indonesia pada waktu itu,” ujarnya, Minggu (23/7/2023), sebagaimana dicuplik dari Kominfo Padang Panjang.

Sebelumnya, pada minggu pertama Juli lalu, cabai merah naik dari Rp36.500/kg menjadi Rp40.000/kg. Lalu naik menjadi Rp41.000/kg pada minggu kedua dan akhirnya turun pada minggu ketiga ini menjadi Rp39.125/kg.

Selain cabai merah, pada minggu ini juga turun harga bawang merah, bawang putih, daging ayam broiler, buncis, wortel dan tempe.

“Bawang merah turun dari Rp35.750/kg menjadi Rp33.000/kg. Ini sudah dua minggu berturut-turut mengalami penurunan harga. Sementara itu daging ayam broiler turun dari Rp30.000/kg menjadi Rp29.000/kg. Ini sudah tiga minggu berturut-turut mengalami penurunan harga,” jelas Putra.

Bawang putih dari Rp40.250/kg turun menjadi Rp39.750/kg. Buncis dari Rp15.000/kg menjadi Rp12.000/kg. Wortel dari Rp18.000/kg menjadi Rp14.000/kg dan tempe dari Rp25.000/kg menjadi Rp20.000/kg.

Komoditas lain yang alami kenaikan harga di antaranya cabai hijau dari Rp31.000/kg menjadi Rp32.500/kg. Cabai rawit dari Rp29.500/kg menjadi Rp36.500/kg. Sawi bola dari Rp6.000/kg menjadi Rp8.000/kg. Bawang daun dari Rp20.000/kg menjadi Rp24.000/kg. Dan ikan kembung dari Rp65.000/kg menjadi Rp70.000/kg. (*/Yh)

Baca Juga

salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Jumlah pelanggan listrik di Sumatra Barat (Sumbar) pada 2022 lalu mencapai 1.628.705. Jumlah ini meningkat 4,42 persen dibandingkan 2021
PLN Klaim Sistem Kelistrikan di Sumbar Sudah Pulih Total
Listrik di Sumbar Gagal Pulih Total Pukul 9 Malam, PLTU Ombilin Masih Bermasalah!
Listrik di Sumbar Gagal Pulih Total Pukul 9 Malam, PLTU Ombilin Masih Bermasalah!
Pasokan Listrik PLN
Listrik di Sumbar Padam Bergilir hingga Pukul 9 Malam, Target PLN Molor dari Jam 3 Sore!