Gubernur Sumbar Tindak Lanjuti Kebijakan Pusat Soal PPKM Mikro di 4 Kota

Gubernur Sumbar Tindak Lanjuti Kebijakan Pusat Soal PPKM Mikro di 4 Kota

Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau vaksinasi di Poltekes Padang. [foto: Rahmadi/Langgam.id]

Langgam.id Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi akan melakukan rapat koordinasi bersama empat kota yang terkena kebijakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Mahyeldi mengatakan, rapat yang secara virtual itu untuk menindaklanjuti edaran dari pemerintah pusat. Rapat tersebut membicarakan terkait kebijakan apa yang akan diambil. Kemudian mendiskusikannya bersama.

“Kita akan diskusikan kebijakan, kita mengadakan zoom meeting, yang menyikapi tentu kabupaten kota,” katanya saat meninjau vaksinasi di Poltekes Padang, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: 4 Kota di Sumbar Kena Pengetatan PPKM Mikro 6-20 Juli 2021

Mahyeldi menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi soal pembatasan. Hal ini juga tergantung kabupaten kota, bukan soal pembatasannya. Tapi langkah-langkah apa yang dilakukan termasuk bagaimana kegiatan lebih terawasi dan terkontrol maksimal.

Dia menjelaskan, PPKM Mikro di empat kota disebabkan karena angka testing yang lebih baik, sehingga angkanya menjadi lebih banyak. Hal ini juga karena angka swab yang tinggi di berbagai daerah.

“Justru lebih baik, cepat kita ketahui sehingga cepat kita antisipasi, jadi cepat kita isolasi,” ujarnya.

Baca juga: Pengetatan PPKM Mikro di Sumbar, Mal dan Restoran Boleh Beroperasi Hingga Jam 5 Sore

Dia berharap, agar setiap daerah menyediakan tempat isolasi hingga ke tingkat kelurahan dan nagari, sehingga lebih terawasi. Ia sering menekankan hal ini kepada setiap daerah. Hal ini untuk mengendalikan covid-19 lebih cepat.

Sebelumnya, total ada 43 kabupaten dan kota atau pada 20 provinsi luar Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Mikro pada 6-20 Juli.

Sementara di Sumbar ada empat kota menerapkan PPKM Mikro yaitu Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Kota Solok.

Baca Juga

Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Kasubag Umum Politeknik Negeri Padang (PNP), Fajri Arianto, memberikan keterangan kasus kematian seorang mahasiswa PNP. (Langgam.id/ Irwanda S)
Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!