Pengetatan PPKM Mikro di Sumbar, Mal dan Restoran Boleh Beroperasi Hingga Jam 5 Sore

Pengetatan PPKM Mikro di Sumbar, Mal dan Restoran Boleh Beroperasi Hingga Jam 5 Sore

Tim gabungan Satpol PP dan Polresta Padang menyasar sejumlah tempat yang masih ditemukan kerumuman beberapa waktu lalu. [foto: IG Satpol PP Padang]

Langgam.id Empat kota di Sumatra Barat (Sumbar) kena pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro 6-20 Juli 2021 nanti.

Selain empat kota tersebut, masih ada daerah lainnya di luar Jawa dan Bali yang dikenakan pengetatan PPKM Mikro ini.

Totalnya ada 43 kabupaten/kota di 20 provinsi di Indonesia yang diperpanjang PPKM Mikro oleh pemerintah pusat. Daerah-daerah tersebut masuk dalam assesmen level 4.

Untuk kabupaten/kota tersebut, termasuk empat daerah di Sumbar, pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan PPKM Mikro tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa pusat pembelanjaan atau mal selama perpanjangan PPKM Mikro dibuka sampai pukul 17.00 WIB. Yaitu dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Baca juga: 4 Kota di Sumbar Kena Pengetatan PPKM Mikro 6-20 Juli 2021

Kemudian, untuk kabupaten atau kota di level empat, work from home (WFH) dilakukan 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen.

“Sementara di zonasi kabupaten kota level lainnya masing-masing untuk WFH dan WFO 50 persen,” ujarnya.

Airlangga menambakan, untuk kegiatan belajar mengajar di level empat, seluruhnya dilaksanakan secara online. Sementara itu, untuk level lainnya mengikuti pengaturan dari Kemendibudristek dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Kegiatan keagamaan di masjid, musala, gereja, pura, wihara dan tempat ibadah lain untuk di level 4 sementara ditiadakan,” bebernya.

Kapasitas Restoran 25 Persen

Selanjutnya terang Airlangga, untuk kegiatan makan dan minum di restoran atau makan kapasitas 25 persen dan dibuka sampai dengan pukul 17.00 WIB.

“Untuk makanan dibawa pulang sampai dengan pukul 20.00 WIB,” tuturnya.

Untuk sektor esensial terangnya, baik kesehatan bahan pangan, minuman, komunikasi, perbankan sistem pembayaran pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu tetap beroperasi 100 persen.

“Namun dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas dalam penerapan protokol yang lebih ketat,” bebernya.

Airlangga menambahkan,  untuk fasilitas kegiatan di area publik untuk di level empat juga ditutup sementara. Untuk zonasi lainnya terdapat perbatasan kapasitas 25 persen dengan pengaturan daerah atau Peraturan Kepala daerah.

Kemudian sebut Airlangga, kegiatan seminar rapat di level 4 ditutup sampai dinyatakan aman dan kapasitasnya dibuka 25 persen.

“Berikutnya, transportasi umum dilakukan dengan kapasitas dan jam operasional dan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Untuk kegiatan seni, budaya, sosial dan kemasyarakatan sebutnya, ditutup untuk di zona level empat. Kemudian untuk zona lainnya diizinkan dibuka paling banyak 25 persen.

Berikutnya kata Airlangga, kegiatan konstruksi tetap berlangsung 100 persen. Kegiatan Idul Adha akan mengikuti surat edaran (SE) dari Kementerian Agama.

Baca Juga

Kerangka besi bangunan hotel di simpadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Jangan Rusak Lembah Anai Demi Cuan Semata
Warung Kopi di sempadan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Pemprov Sumbar Tegur Aktivitas Warkop Baru di Lembah Anai
Kerangka hotel milik PT HSH di sempadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. dok
Setengah Hati Menindak Bangunan Bermasalah di Lembah Anai
Truk maut yang penyebab kecelakaan beruntun di Padang besi. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)
KIR Truk Penyebab Kecelakaan Beruntun di Padang Besi Mati 
Kondisi salah satu minibus ringsek saat kecelakaan beruntun di Padang. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)
Pilu Satu Keluarga Asal Solok Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun di Padang Besi
Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan. (Foto: Grup WA Info Sitinjau Lauik)
Kecelakaan Beruntun di Padang Besi, Sejumlah Korban Terjepit Dievakuasi