Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi, resmi melepas jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Padang di Asrama Haji Tabing, Kamis (23/4/2026). Pelepasan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pemberangkatan jemaah haji tahun ini dari Ranah Minang menuju Tanah Suci.
Suasana haru dan khidmat mengiringi prosesi pelepasan yang turut dihadiri Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Mahyeldi mengapresiasi kesiapan jajaran Kanwil Kemenhaj Sumbar dalam menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Ia menilai seluruh proses telah dipersiapkan dengan baik, sehingga berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kemenhaj yang telah mempersiapkan seluruh proses dengan baik sehingga berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Jemaah kloter pertama yang berasal dari Kota Padang telah masuk ke Asrama Haji Tabing dan dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada Jumat (24/4/2026) pukul 01.05 WIB melalui Bandara Internasional Minangkabau. Keberangkatan ini menjadi awal dari proses pemberangkatan jemaah lainnya yang akan dilakukan secara bertahap.
Mahyeldi menegaskan pentingnya pelayanan yang mengedepankan kelompok rentan, terutama jemaah lanjut usia dan perempuan.
Ia meminta seluruh petugas memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang membutuhkan pendampingan selama menjalankan ibadah.
“Layanan ramah lansia dan ramah perempuan harus menjadi perhatian utama petugas. Jemaah kita ada yang berusia hingga 85 tahun dan tentu membutuhkan pendampingan,” katanya.
Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji. Pelayanan yang baik dinilai akan memberikan kenyamanan bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Kita berharap petugas memberikan pelayanan terbaik sehingga jemaah dapat beribadah dengan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, Mahyeldi juga mengingatkan jemaah untuk menjaga disiplin, kekompakan, dan kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Ia menilai sikap saling menjaga antarjemaah menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif.
“Jemaah harus tetap disiplin, kompak, dan saling menjaga. Ini menjadi kunci kelancaran ibadah haji,” katanya.
Pemprov Sumbar juga mencatat adanya berbagai inovasi dalam pelayanan haji tahun ini. Salah satunya adalah penyediaan kanal komunikasi dan pengaduan yang dapat dimanfaatkan jemaah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan maupun kendala selama perjalanan.
“Ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Mahyeldi mendoakan seluruh jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
“Semoga jemaah menjadi haji yang mabrur dan kembali dengan selamat,” tuturnya.
Pelepasan kloter perdana ini menandai dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Padang tahun 2026. Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan terus diperkuat, terutama bagi jemaah lansia, perempuan, dan mereka yang membutuhkan perhatian khusus, guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman dan nyaman. (ICA)






