Gempa yang Guncang Sumbar Minggu Sore Berasal dari Patahan yang Tidak Dikenal

Selama periode 6-12 Desember 2024 terdapat 13 kali gempa bumi di Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya. Terdapat tiga kali gempa bumi

Ilustrasi gempa. [foto: canva.com]

Langgam.id – Gempa bumi dengan magnitudo 5.2 skala richter yang menggetarkan sebagian wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Minggu (12/9/2021) sore berasal dari patahan yang tidak dikenal.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Goefiska (BMKG) mencatat, gempa berpusat di 42 kilometer arah barat daya Lubuk Basung, Kabupaten Agam dengan magnitudo  M=5,2 dan kedalaman 57 kilometer.

Ahli Geologi Sumbar Ade Edward mengatakan, patahan gempa itu nyaris tidak terdeteksi. Sejak kapan patahannya bergerak juga tidak didata. Tidak jelas, apakah patahan tersebut merupakan patahan purba atau patahan yang baru terbentuk karena dipicu silus alam.

“Sampai sekarang, patahannya tanpa nama, bahkan belum ada penelitian untuk mengetahui potensi patahan tersebut, ini gempa memang dari patahan dangkal,” katanya Senin (13/9/2021).

Banyak Terjadi di Sumbar

Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar ini mengatakan, kondisi ini sama patahan gempa yang terjadi pada tahun 2009 lalu. Patahannya tidak dikenal, dan sebetulnya memang banyak sekali hal seperti ini terjadi di Sumbar.

Dia mencontohkan, gempa beberapa tahun lalu di Solok Selatan juga berasal dari patahan tidak dikenal sebelumnya. Tahun-tahun sudah terjadi gempa dan merusak. Ada juga tempat lain terjadi gempa dangkal. Sehingga di Sumbar memang bisa saja terjadi gempa di tempat-tempat patahan yang tidak dikenal sebelumnya.

Apalagi pusatnya berada di bawah laut ungkapnya, sehingga citra dari jalur patahan itu tidak terlihat dari satelit. Patahan yang dikenal itu pada umumnya ada di darat karena bisa dilihat morfologinya yang membentuk kelurusan.

“Gempa-gempa di samudera itu memang patahannya tidak dikenal, dibilang misterius ya begitu maksudnya, yang dikenal itu biasanya patahan yang besar,” katanya.

Baca juga: Analisa BMKG Terhadap Gempa Bumi yang Guncang Sumbar Minggu Sore

Ia mengatakan, gempa yang dangkal seperti ini biasanya tidak begitu merusak karena jaraknya jauh dan kekuatannya tidak terlalu besar. Namun masyarakat tetap harus waspada karena bagaimanapun Sumbar adalah pusat gempa.

Ia menyarankan perlu adanya penelitian untuk memetakan lebih lanjut, agar dapat membuat zonasi dampak gempa untuk kepentingan mitigasi. Misalnya Padang zona berapa atau Pesisir Selatan zona apa. Lalu daerah mana saja yang memiliki ancaman lebih besar.

“Jadi bisa dipetakan wilayahnya, berapa potensi maksimal gempanya di suatu wilayah dan dimana yang potensinya lebih kecil,” katanya.

Baca Juga

51 Sirine Peringatan Dini Tsunami Terpasang di 7 Daerah Sumbar, 2 Unit Tak Aktif!
51 Sirine Peringatan Dini Tsunami Terpasang di 7 Daerah Sumbar, 2 Unit Tak Aktif!
Berita Agam - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bayi usia tiga bulan terdampak Gempa Pasbar itu menbgalami luka di kepala.
Edukasi Masyarakat Soal Bencana Gempa, Ahli Geologi: Media Punya Peran Sangat Strategis
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Goncangan gempa di Pasaman Barat bisa memberikan pengaruh terhadap patahan lain.
Ahli Geologi: Gempa Tak Bisa Dicegah, Bangunan Aman Jadi Kunci Kurangi Korban
Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar), Ade Edward meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan dari gempa terkait dengan evakuasi
2 Gempa Berdekatan Guncang Sumut hingga terasa di Sumbar, Ini Kata Pakar
Sumbar Diguncang 2 Gempa dalam 3 Hari, Pengamat: Peta Risiko Harus Jadi Kebijakan
Sumbar Diguncang 2 Gempa dalam 3 Hari, Pengamat: Peta Risiko Harus Jadi Kebijakan
Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar), Ade Edward meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan dari gempa terkait dengan evakuasi
Penjelasan BMKG Soal Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan hingga Dirasakan di Padang