Geliat Ekonomi Pedagang Musiman di Sumatera Barat

(M. Fedro Syafiola, Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Andalas)

(M. Fedro Syafiola, Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Andalas)

PalantaLanggam - Pedagang buah musiman kerap meramaikan sudut kota di Sumatra Barat. Beragam jenis buah yang dijajakan, seperti durian, rambutan dan sebagainya. Banjir buah ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di tempat-tempat musimnya buah-buahan tersebut.

Mereka yang memiliki tanaman buah jelas mendapat imbas keuntungan dari musim panen. Durian dan rambutan memadati kios pedagang yang ada di pasar-pasar tradisional dan sepanjang jalan sejumlah daerah Sumbar. Secara tidak langsung, kondisi ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat mulai dari pemilik buah, pemetik buah, buruh panggul, pengemudi, hingga pedagang yang pengecer yang terdapat di tepi jalan.

Panen buah durian dan rambutan tentu menyerap tenaga kerja yang juga membawa berkah bagi pengangguran dan orang-orang yang bekerja serabutan. Perputaran uang hasil penjualan durian di Sumatera Barat menyumbangkan pendapatan ekonomi yang cukup besar.

Pantas rasanya pemerintah mendorong petani di Sumbar untuk mengembangkan perluasan tanaman durian dan rambutan. Sekaligus meningkatkan kualitasnya. Apalagi, perputaran ekonomi yang dilakukan para pedagang buah musiman ini bergerak secara sederhana yang didasarkan atas orientasi untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pendekatan sosiologis dalam peristiwa ini adalah permasalahan-permasalahan yang ada dalam masyarakat. Dalam kaitannya dengan masalah, faktor praktik jual beli, maka pendekatan ini digunakan untuk mengetahui realitas yang ada di masyarakat.

Ada juga pedagang yang menjajakan buah musiman ini secara berkeliling. Sebab, menjadi pedagang musiman seperti ini tidak membutuhkan modal yang banyak. Ada yang hanya berjajal di depan rumah, sebagian juga menyewa mobil pickup dan karpet plastik sebagai tempat menaruh buah untuk dibawa berkeliling.

Ragam jualan, berbeda pula keuntungan yang didapatkan para pedagang. Ada yang meraup keuntungan Rp300 ribu hingga Rp 1 juta dalam hari. Namun ketika sepi pembeli, mereka kadang hanya memperoleh Rp150 hingga Rp200 ribu saja. Namanya pedagang musiman, pendapatannya tentu tidak menentu, apalagi pas lagi hujan, kadang tidak ada yang singgah untuk membeli. Pendapatan itu tergantung cuaca juga.

Kemauan kuat masyarakat dalam usahanya untuk meningkatkan pendapatan turut menjadi faktor stabilitas keamanan dan politik yang kondusif. Ini bentuk dari terbukanya peluang-peluang usaha dan semakin berkembangnya hasil-hasil bumi. Faktor-faktor tersebut selanjutnya akan mengakibatkan terjadinya proses transaksi antara produsen dan konsumen.

Pendapatan akan mempengaruhi status sosial seseorang, terutama akan ditemui dalam masyarakat yang materialis dan tradisional. Winardi (2002) menyatakan bahwa pendapatan adalah semua penghasilan yang diperoleh dari pihak lain sebagai tanda balas jasa yang diberikan dimana penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau perseorangan.

Pedagang sebagian besar merupakan bagian dari pada sektor informal walaupun terdapat beberapa pedagang yang tergolong dalam sektor formal. Oleh karena itu membicarakan tentang pedagang tidak bisa lepas dari pembicaraan terhadap sektor formal dan informal. Untuk itu, dengan mengetahui penyebab terbentuknya sektor informal maka secara langsung akan diketahui pula apa yang dimaksud dengan sektor formal. Sektor informal pada hakekatnya merupakan konsep ekonomi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pembagian kegiatan usaha di sektor informal dalam berbagai lapangan usaha (Hidayat, 2000).

Sektor informal merupakan manifestasi dari situasi pertumbuhan kesempatan kerja di Negara yang sedang berkembang, untuk mencari kesempatan kerja. Kebanyakan pedagang-pedagang yang menjual buah musiman itu adalah orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan karena terbatasnya lapangan pekerjaan. Karena kurangnya lapangan pekerjaan, maka dari itu salah satu pekerjaam rumah dari pemerintah yang belum terselesaikan, diakibatkan banyak masyarakat yang mengganggur dan kerja serabutan (tidak tetap).

Pedagang musiman ini harus bisa menjaga kebersihan di kawasan jalan, dan ketertiban selama berjualan. Pada prinsipnya pemerintah tak mempermasalahkan adanya pedagang musiman. Hanya para pedagang harus mengikuti aturan berlaku yang sudah ditetapkan, posisikan diri berjualan di tempat aman dan tidak mengganggu orang yang sedang berkendara di jalan.

Begitupun pemerintah harus memerhatikan pembangunan ekonomi kemasyarakatan, dan berusaha untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat seperti halnya di kota-kota yang ada di Sumatera Barat melalui lembaga-lembaga sosial ekonomi masyarakat. Dengan semakin banyaknya pertumbuhan gerakan ekonomi kemasyarakatan, di berbagai sudut kehidupan masyarakat, seperti halnya dalam bidang usaha, khususnya pedagang musiman atau sektor informal. (**)

(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Andalas)

Baca Juga

Personel Satpol PP Padang menertibkan lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas badan jalan yang berada di Kecamatan Pauh,
Jualan di Fasum, 6 Lapak PKL Diangkut dan 1 Bangli Dibongkar Satpol PP Padang
Pemprov Sumbar Gelar Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Cabai Merah di 7 Kabupaten Kota
Pemprov Sumbar Gelar Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Cabai Merah di 7 Kabupaten Kota
Satpol PP Kota Padang melakukan penertiban sejumlah lapak pedagang yang berjuaalan di atas trotoar dan bahu jalan pada Senin (6/11/2023).
Berada di Trotoar, Sejumlah Lapak Pedagang Ditertibkan Satpol PP Padang
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menertibkan para pedagang yang berjualan di halaman parkiran Pasar Bandar Buat,
Berjualan di Parkiran Pasar Bandar Buat, Sejumlah Pedagang Ditertibkan Satpol PP
Langgam.id - Wako Bukittinggi, Erman Safar menonaktifkan seorang pejabat di Satpol PP usai video tarik paksa pedagang viral di media sosial.
Personel Satpol PP Bukittinggi yang Tarik Paksa Dagangan Pedagang Dinonaktifkan
Langgam.id - Kasat Pol PP Padang, Mursalim menyebutkan wanita yang videokan aksi penertiban pedagang di Pantai Padang merupakan provokator.
Kasatpol PP Padang Sebut Wanita yang Videokan Aksi Penertiban Pedagang di Pantai Padang Provokator