Langgam.id – Zulkarnaini resmi jadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sumatra Barat (Sumbar) periode 2026-2031 gantikan Gusrizal Gazahar. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 di Auditorium BKOM dan Pelkes Wedding Organizer Kota Padang, Minggu (12/7/2026).
Penetapan Zulkarnaini melalui sidang formatur yang beranggotakan 15 orang, sesuai ketentuan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) MUI.
Ketua Panitia Musda XI MUI Sumbar, Nurman Agus, mengatakan seluruh rangkaian pemilihan ketua yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan lancar tanpa kendala.
“Secara umum pelaksanaan Musda mulai dari pembukaan hingga penutupan berjalan lancar. Alhamdulillah tidak ada rintangan, hambatan maupun kendala yang mengganggu jalannya Musda,” kata Nurman kepada Langgam.id, Minggu (12/7/2026).
Ia mengungkapkan, seluruh keputusan formatur diambil secara mandiri tanpa intervensi pihak mana pun.
“Setelah ditetapkan 15 orang formatur, mereka bersidang. Tidak ada intervensi dari siapa pun. Sepenuhnya menjadi kewenangan formatur menentukan susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan Harian MUI Sumbar,” ujarnya.
Menurut Nurman, hasil sidang formatur kemudian dituangkan dalam berita acara dan akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat MUI untuk ditetapkan.
Sidang formatur juga disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP MUI Amirsyah Tambunan bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP MUI Ehsan Tanjung sebagai pendamping dari MUI Pusat.
“Mereka hadir sebagai pendamping dari MUI Pusat. Mereka boleh memberikan saran dan pendapat, tetapi tidak memiliki hak suara. Hak suara sepenuhnya berada pada 15 orang formatur,” jelasnya.
Selain menetapkan Zulkarnaini sebagai Ketua Umum MUI Sumbar, sidang formatur juga memilih Asasriwarni sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
Sementara Dosen UIN Imam Bonjol Padang, Zulfan dipercaya sebagai Sekretaris Umum dan Yufni Faisal sebagai Bendahara Umum. (WAN)






