Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu

Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu

Ketua DPRD Sumbar Supardi membuka Festival PDRI 2022, Senin (12/12/2022) di Payakumbuh. (Foto: Dharma Harisa)

Langgam.id - Peringati 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Festival PDRI 2022 resmi dibuka. Festival yang mengusung konsep "Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI" itu dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Sapardi, Senin (12/12/2022) malam.

Diikuti oleh anak silek dan sasaran silat se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, peserta akan melakukan napak tilas dari Agamjua Art & Culture, Padang Tangah, menuju Museum PDRI di Koto Tinggi 50 Kota.

Supardi dalam sambutannya menyampaikan, napak tilas ini dilakukan agar pemuda khususnya anak silek dapat mengilhami perjuangan para tokoh PDRI.

Pemilihan sasaran dan anak silek sebagai peserta kata Sapardi adalah bagian terdekat dari perjuangan PDRI.

"Kenapa kami mengundang anak silek dan sasaran silek? Karena perjuangan oleh orang tua orang tua kita dahulu berangkat dari surau/langgar," ucapnya.

Di surau-surau lah, para tokoh-tokoh PDRI berunding dan berkumpul, lanjut politikus Gerindra itu. "Dan silat, basisnya adalah surau, basis kita adalah masjid. Semangat ini yang akan kita bawa dalam perjalanan besok," tuturnya.

Ia mengharapkan para peserta bisa meresapi perjuangan orang tua kita dahulu di Minang dengan berjalan kaki.

Kepala Bidang Seni Budaya dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Husein juga menekankan pentingnya warisan PDRI. "Payakumbuh dan Limapuluh Kota adalah tempat penting dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia," tutur Husein.

Tanpa adanya perjuangan itu, ucap Husein, barangkali kemerdekaan tidak bisa dipertahankan.

Pada pembukaan malam ini, agenda festival juga diiringi pentas kesenian dan kebudayaan. Di antaranya, ada penampilan Gamad dari group Sampai Hati, Indang Solok dengan cerita perjuangan PDRI, dan story telling kisah PDRI, oleh Siswa SMA N 4 Payakumbuh.

Festival ini akan diadakan dalam tiga hari kedepan sampai tanggal 14 Februari. Pada hari terakhir, akan ada diskusi panel bertemakan surau dan perjuangan PDRI. (Dharma Harisa/SS)

Baca Juga

Ekspedisi Bela Negara, Menjemput Semangat PDRI di Masa Silam
Ekspedisi Bela Negara, Menjemput Semangat PDRI di Masa Silam
M. FAJAR RILLAH VESKY
75 Tahun Peristiwa Situjuah, dan Chatib Soelaiman yang Tak Kunjung Jadi Pahlawan Nasional
Jalan Payakumbuh menuju Pekanbaru menuju Pangkalan ditutup pada Selasa Penutupan ini dilakukan karena ada bencana longsor dan banjir.
Jalan Payakumbuh ke Pekanbaru Menuju Pangkalan Ditutup, Arus Lalin Dialihkan via Lintau
Puluhan Millenial dan Gen Z Mencari Ibu Kota Republik Lewat Ekspedisi D.Day Bela Negara 2023
Puluhan Millenial dan Gen Z Mencari Ibu Kota Republik Lewat Ekspedisi D.Day Bela Negara 2023
Menilik Konflik Agraria di Nagari Ibukota Republik
Menilik Konflik Agraria di Nagari Ibukota Republik
Misteri "Black Cat", Pesilat dan Harimau, Pengawal PDRI dari Kejaran Belanda
Misteri "Black Cat", Pesilat dan Harimau, Pengawal PDRI dari Kejaran Belanda