Langgam.id – Walikota Padang, Fadly Amran meninjau langsung kondisi SMP Negeri 41 Kota Padang yang terdampak banjir di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Sekolah tersebut viral lantaran banjir merendam hingga ke dalam kelas.
Saat tiba di lokasi, Fadly Amran menyusuri halaman sekolah yang masih dipenuhi endapan lumpur serta melihat kondisi ruang-ruang kelas yang sebelumnya sempat terendam banjir.
Fadly mengatakan berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, terdapat dua sekolah yang mengalami dampak paling berat akibat banjir salah satunya yakni SMP Negeri 41 Kota Padang.
“Yang paling parah ada dua sekolah. Di sini dampaknya paling berat karena posisi sekolah berada di tikungan sungai,” kata Fadly.
Menurutnya, pemerintah Kota Padang memfokuskan penanganan di SMPN 41 agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.
“Di tempat lain relatif tidak ada tumpukan lumpur seperti di sini. Untuk lokasi yang parah seperti SMPN 41, seluruh tenaga dan bantuan kita kerahkan untuk melakukan pembersihan,” ujarnya.
Fadly menilai proses pembersihan tidak memerlukan alat berat. Menurutnya, kondisi sekolah masih dapat dibersihkan secara gotong royong dengan mengandalkan tenaga manusia.
Ia memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terdampak paling parah untuk sementara diliburkan. Namun, Dinas Pendidikan Kota Padang telah diminta mempercepat pembersihan seluruh ruang kelas sehingga aktivitas belajar dapat kembali berlangsung secepatnya.
“Sudah kita minta Dinas Pendidikan membersihkan kelas-kelas hingga sore hari. Kita harapkan besok aktivitas belajar mengajar sudah bisa dilakukan kembali,” katanya.
Fadly juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Kota Padang diperkirakan akan lebih landai dalam beberapa hari ke depan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap tidak terjadi banjir susulan sehingga masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan, dapat kembali berjalan normal. (FIX)






