Dugaan Politik Uang, Bawaslu Padang Segera Panggil Caleg Gerindra

Dugaan Politik Uang, Bawaslu Padang Segera Panggil Caleg Gerindra

Ketua Bawaslu Padang Dorri Putra (Riki Chandra/Langgam.id)

Langgam.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang tengah menuntaskan pengusutan pelaporan kasus dugaan politik uang (money politic) yang menjerat seorang Caleg Partai Gerindra, Dapil 3 Kota Padang.

Saat ini, Bawaslu Padang masih melakukan verifikasi melalui pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Ya. Pemanggilanya sudah sejak kemarin. Kini baru tahap klarifikasi dari saksi pelapor. Nantinya kami panggil pihak terlapor juga," kata Dorri di Sekretariat Bawaslu Kota Padang, Jumat (23/5/2019).

Dorri mengatakan, kasus ini terjadi di Kelurahan Tarantang dan Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan. Caleg Gerindra berinisial AT diduga melakukan politik uang saat proses pemungutan suara ulang (PSU).

"Yang melaporkan masyarakat. Jika nanti terpenuhi unsur formil dan materil, kami limpahkan ke pihak Kepolisian. Nanti, Gakkumdu lah yang memutuskan persoalan ini lanjut atau dimentahkan," katanya.

Bawaslu sendiri hanya memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menuntaskan klarifikasi laporan itu. Namun, untuk membuktikannya, Bawaslu memerlukan dua orang saksi kunci yang terlibat langsung dalam transaksi dugaan politik uang.

"Pelapor menyertakan bukti berupa video, foto dan sebagainya. Ini kan laporan, harus kami kaji betul," tegasnya.

Dorri menegaskan, jika nanti kasus ini sampai ke pengadilan dan terlapor terbukti dengan keputusan hukum tetap bersalah, maka Bawaslu akan merekomendasikan ke KPU untuk mencoret terlapor dari Caleg maupun keterpilihannnya.

Sementara itu, Abu Talib selaku pelapor mendesak Bawaslu Kota Padang untuk bergerak cepat menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya, masyarakat telah dirugikan atas dugaan politik uang itu.

Pelapor mengaku telah mengantongi saksi video saksi kunci yang terekam membagi-bagikan uang. Dimana, saksi berinisal MI bertindak sebagai pembagi uang dan ZA sebagai penerima. "Buktinya sudah kami serahkan ke Bawaslu," ujarnya.

Menurut Abu Talib, MI dan ZA juga telah membuat surat pernyataan kepada masyarakat untuk memberikan kesaksian tersebut ke Bawaslu. Namun, sampai hari ini, keduanya urung memenuhi panggilan Bawaslu.

"Kami tidak sampai disini saja, jika yang bersangkutan tidak datang, kami akan buat laporan polisi," tutupnya. (*/RC)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Jelang Pemilu 2024, Ranah Politik Gelar "Ngopi" Bersama Anak Muda Sumbar
Jelang Pemilu 2024, Ranah Politik Gelar "Ngopi" Bersama Anak Muda Sumbar
Jokowi Sumbar, pengamat,
Pemuda, Politik dan Sumatera Barat
Langgam.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang mensosialisasikan peraturan pengawasan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Bawaslu Padang Sosialisasi Peraturan Pengawasan Penyelanggaraan Pemilu 2024
Langgam.id - Warga Kota Pariaman yang dicatut nama oleh Parpol dipersilakan melapor ke KPU Bawaslu hingga 4 November 2022.
Nama Dicatut Parpol, Warga Pariaman Dipersilakan Lapor KPU dan Bawaslu hingga 4 November 2022
Politisi yang memiliki komitmen bagaimana Sumatera Barat ini maju tanpa memikirkan konstituen di daerah pemilihannya adalah Andre Rosiade.
Andre Rosiade Politisi Lintas Partai
Langgam.id - Tes tertulis dan Psikologi untuk calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) telah selesai.
Hasil Tes Tulis dan Psikologi Calon Anggota Bawaslu Sumbar Diumumkan, Ini Daftar Nama yang Lolos