Diturunkan Karena Tidak Punya Brizzi, Penumpang Trans Padang Bakal Lapor ke Ombudsman

Trans Padang

Trans Padang adalah salah satu unit bisnis yang dikelola Perumda Padang Mandiri Sejahtera. (Foto: Irwanda Saputra/Langgam.id)

Langgam.id – Reno Fernandes, penumpang moda transportasi Trans Padang yang diturunkan pramugara karena tidak memiliki kartu Brizzi berencana melaporkan insiden yang dialaminya ke Ombudsman RI Perwakilan Sumbar. Pelaporan tersebut dijadwalkan Senin (14/9/10/2019).

Menurut Reno, apa yang dialaminya beberapa waktu lalu itu telah didiskusikan bersama rekan-rekannya di Universitas Negeri Padang (UNP) beserta mahasiswa. Ia menyayangkan kebijakan terkait pembayaran moda transportasi Trans Padang tersebut.

“Masalahnya kenapa tidak ada sama sekali proses transisi. Kalau argumentasi Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang dengan Brizzi Trans Padang mendapatkan untung cukup besar, untung itu akan lebih besar apabila memberlakukan Brizzi secara biasa dengan tiket biasa,” kata Dosen di UNP itu saat dihubungi langgam.id, Minggu (13/10/2019).

Reno mengungkapkan, apabila pembayaran Trans Padang memang harus mengunakan kartu Brizzi, seharusnya pihak terkait harus mempersiapkan segalanya. Salah satunya, kartu Brizzi tersedia dan dipegang oleh pramugara Trans Padang.

“Komentar Kepala Dinas tidak masuk akal. Kata Kepala Dinas bisa pinjam kartu orang, bayar dua. Namun, edukasi seperti itu, engga ada dilakukan (pramugara),” katanya.

“Kalau statement kepala dinas seperti itu (pinjam kartu penumpang lain) kayaknya penghinaan. Masak kita tidak bisa membayar Rp3.500 atau Rp7.00 berdua sama yang punya kartu. Yang jelas mereka (pramugara) tidak melakukan edukasi,” sambung Reno.

Reno tidak mempermasalahkan tindakan pramugara untuk menurunkannya ke halte berikutnya. Namun, ia menyayangkan kebijakan tersebut yang dianggap tidak adil.

“Bagaimana dengan orang daerah yang datang ke Padang? Kita menjadi penting masalah ini, orang baru ke Padang lalu dengan tiba-tiba turun di jalan dengan uang yang pas-pasan. Kalau kita diturunkan bisa dilanjutkan dengan ojek. Kalau orang duitnya pas-pasan,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani mengatakan, apabila kartu Brizzi memang sudah diberlakukan tentu ada aturan yang menjadi pedoman. Aturan tersebut, harus disosialisasikan dan dipahami oleh petugas.

“Bila petugas tidak paham, sehingga mengakibatkan penumpang dirugikan jelas ini ada potensi maladministrasi.
Karennya penumpang harus melakukan komplen langsung kepada Dinas Perhubungan kota Padang selaku penyelenggara layanan Trans Padang,” katanya.

Namun apabila keluhan tidak ada penyelesaian, kata Yefri, masyarakat dapat melapor ke Ombudsman. “Kami menunggu laporan masyarakat tersebut ya,” tuturnya. (Irwanda/RC)

Baca Juga

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Rute baru trans Padang, Limau Manis dan Indarung segera dioperasikan.
Dugaan Korupsi Subsidi Trans Padang Terus Didalami Kejati Sumbar
Pemko Padang Klaim 6 EWS Banjir Berfungsi 100 Persen, Ini Lokasinya
Pemko Padang Klaim 6 EWS Banjir Berfungsi 100 Persen, Ini Lokasinya
Lakukan Pengujian, Pemko Padang Klaim 32 Unit EWS Tsunami Berfungsi dengan Baik
Lakukan Pengujian, Pemko Padang Klaim 32 Unit EWS Tsunami Berfungsi dengan Baik
UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang (P3R) Sentra Rendang Kota Payakumbuh di Kelurahan Padang Kaduduk, Kecamatan Payakumbuh Utara
Pemko Padang Tingkatkan Kapasitas Produksi Sentra Rendang Jadi 160 Kg Sekali Masak
UMKM Naik Kelas, Wako Padang Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Fasilitas Sentra Rendang
UMKM Naik Kelas, Wako Padang Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Fasilitas Sentra Rendang
Maulid Nabi di Masjid Raya Teluk Bayur, Fadly Amran: Pemko Perkuat Digitalisasi Pembelajaran di Masjid dan Musala
Maulid Nabi di Masjid Raya Teluk Bayur, Fadly Amran: Pemko Perkuat Digitalisasi Pembelajaran di Masjid dan Musala