Ditinggal Gerindra Jadi Pengusul Hak Angket, Fraksi Demokrat DPRD Sumbar Kecewa

Fraksi Demokrat DPRD Sumbar mengaku kecewa dengan Fraksi Gerindra yang menarik diri menjadi pengusul hak angket kepada Gubernur Mahyeldi.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumbar Ali Tanjung. [foto: Rahmadi/Langgam.id]

Langgam.id – Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) mengaku kecewa dengan Fraksi Gerindra yang menarik diri menjadi pengusul hak angket kepada Gubernur Mahyeldi.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumbar Ali Tanjung usai rapat paripurna yang di ruang sidang utama Gedung DPRD Sumbar, Senin (10/1/2022).

Saat paripurna, dua fraksi yaitu Gerindra dan Fraksi PKB & PDIP menyatakan menarik diri menjadi pengusul hak angket.

“Memang teman-teman Demokrat merasa kecewa, karena ide hak angket ini awalnya dari Gerindra, tapi kemudian Gerindra menarik diri, ya memang politik begitu,” katanya.

Sebagai manusia yang bersikap dewasa, menurutnya hal itu dibalas dengan senyum saja walau ditinggalkan secara mendadak.

“Memang begitulah yang terjadi dalam dunia politik. Demokrat sampai hari ini tidak pernah menyatakan menarik diri jadi pengusul,” ungkapnya.

“Demokrat tetap sebagai pengusul, Demokrat ingin karena hak angket ini mekanisme di DPRD maka harus diputuskan oleh semua anggota DPRD, diterima atau tidaknya,” tambah Ali lagi.

Demokrat menurutnya, bersikap dewasa dan gentel. Artinya kalau sudah memilih menjadi pengusul maka harus berdiri menjadi pengusul sampai akhir. Kalau pun kalah dalam rapat paripurna itu suatu yang wajar, karena demokrasi tidak harus menang.

Menurutnya, kalau pun ada kekhawatiran tidak akan didukung fraksi lain maka itu adalah hal biasa. Semua yang jelas harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kalau memang tidak didukung oleh anggota DPRD lain, maka itu wajar dan dapat diterima,” bebernya.

Bagaimana pun terang Ali, Demokrat tetap menjadi pengusul dan tidak pernah menarik diri. Sikap ini diambil dan terserah masyarakat bagaimana menilainya.

Diketahui sebelumnya Demokrat merupakan pengusul hak angket bersama Gerindra dan Fraksi PDIP & PKB, ditambah satu dari partai Nasdem pada September 2021.

Baca juga: Fraksi Gerindra Tarik Diri Jadi Pengusul Hak Angket Gubernur

Total ada 17 anggota DPRD yang ikut menandatangani pengusulan. Hak angket diajukan karena ada surat sumbangan dengan kops surat Bappeda dengan tandatangan gubernur Sumbar Mahyeldi.

Namun setelah sekitar empat bulan diusulkan, Fraksi Gerindra dan Fraksi PDIP & PKB menyatakan menarik diri menjadi pengusul.


Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Rumah dinas wakil gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy di Jalan Flamboyan Padang Barat
Penjelasan Pemprov Proyek Sumur Bor Rp250 Juta di Rumah Dinas Wagub
Pemprov Sumbar menyiapkan anggaran Rp885 juta untuk renovasi rumah dinas Sekda. Di luar itu juga ada anggaran pemeliharaan senilai Rp90 juta.
Anggaran Renovasi Rumah Dinas Sekda Sumbar Capai Rp800 Juta Lebih
Gubernur Sumbar Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Mentawai
Gubernur Sumbar Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Mentawai
Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Tutup Sementara Lapangan Latihan Tembak
Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Tutup Sementara Lapangan Latihan Tembak
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3.7 miliar untuk jasa tenaga keamanan.
Pemprov Sumbar Gelontorkan Anggaran Rp3,7 Miliar untuk Jasa Keamanan Kantor Gubernur
Rumah dinas wakil gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy di Jalan Flamboyan Padang Barat
Renovasi Rumah Dinas Vasko, Rp100 Juta untuk Kolam Ikan dan Gazebo