Di Tengah Pandemi, Gubernur Optimis Ekonomi Sumbar Bisa Tumbuh 3 Persen

Perda covid-19 Sumbar, Ranperda New Normal Sumbar | Gubernur Sumbar Bagikan Masker Sekolah dibuka ditengah pandemi, Bansos,gubernur batal vaksin

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno optimistis ekonomi Sumbar tahun ini masih mampu tumbuh 3 persen meski di tengah pandemi Covid-19, mengingat upaya pemulihan terus dilakukan di sejumlah sektor.

Menurutnya, dampak terhadap ekonomi Sumbar tidak terlalu besar, karena struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar masih didominasi sektor pertanian yang tidak terlalu berpengaruh akibat wabah Covid-19.

“PDRB Sumbar dari pertanian tidak terlalu berpengaruh. Yang parah itu, sektor jasa, perdagangan, dan UMKM. Sektor ini yang betul-betul terpukul, sehingga diperlukan upaya pemulihan sesegera mungkin,” katanya kepada langgam.id (20/7/2020).

Menurutnya, dengan mulai terkendalinya penanganan Covid-19 di Sumbar, pemda sudah mulai membuka sejumlah sektor usaha guna mempercepat pemulihan ekonomi.

Baca juga: Era Kenormalan Baru, Aprindo Sumbar Lakukan Rapid Tes Karyawan Toko dan Mall

Salah satunya, adalah sektor pariwisata yang sudah dibuka sejak 1 Juli lalu. Industri turunan di sektor pariwisata sudah mulai beroperasi, seperti perhotelan, restoran, dan usaha-usaha lainnya.

Baca juga: Laju Inflasi Sumbar Stabil Selama Pandemi Corona, Ekonomi Hanya Tumbuh 2 Persen

Guna menjamin kegiatan di sektor pariwisata tidak menjadi kluster penularan Covid-19, Irwan meminta pelaku usaha menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami fasilitasi hotel-hotel, dan seluruh sektor jasa penunjang pariwisata untuk dilakukan tes swab, sehingga memastikan pelayanan dilakukan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: Sektor Usaha Lesu, Ekonomi Sumbar Hanya Tumbu 3,92 Persen di Kuartal Pertama 2020

Ia mengatakan secara bertahap seluruh pelaku usaha di daerah itu dilakukan tes swab dan diwajibakan menjalankan prosedur ketat dalam pelayanan. Begitu juga dengan masyarakat umum, tetap diharuskan mematuhi protokol Covid-19 ketika berada di tempat dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Untuk mempertegas (pelaksanaan protokol Covid-19), kami siapkan Perda-nya. Jadi nanti ada sanksi bagi yang melanggar,” kata Irwan.

Dia menargetkan perda terkait aktivitas berkegiatan selama masa new normal bisa dituntaskan Pemprov Sumbar bersama DPRD pada Agustus tahun ini. (HF)

Baca Juga

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kabut Asap Kian Berbahaya, Disdik Sumbar Belum Terapkan PJJ
Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum Lapor Itwasum Polri
Dokter Spesialis Paru Subspesialis Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan Konsultan, Dr. dr. Roni Permana, SpP. Subsp.PKL (K) FISR. (Dok. Istimewa)
Dokter Paru Sebut Kabut Asap Sumbar Mengandung PM2,5 hingga Karbon Monoksida, Bisa Masuk ke Aliran Darah!
Ilustrasi - angin kencang. (Foto: MarcNoel/pixabay.com)
Sejumlah Wilayah Sumbar Berpotensi Dilanda Angin Kencang, Mentawai Paling Kuat
Rencana penataan ulang halaman pintu masuk kebun binatang. IST
Penjelasan Pemko Bukittinggi Soal Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang Usai Polemik dari Pedagang
Pemko Bukittinggi merelokasi pedanga di depan pintu masuk kebun binatang ke area Pasar Atas.
Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang, Pemko Bukittinggi Relokasi Pedagang ke Pasar Atas