Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar

Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar

Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar

Kini warga setempat harus mengantre menaiki rakit sebagai alat penyeberangan, sebab belum ada jembatan darurat. Setidaknya tiga nagari terdampak dari putusnya jembatan penghubung itu. Masyarakat secara swadaya untuk membuat rakit darurat untuk menyeberang.

“Awalnya kami hanya coba-coba rakit dari drum bekas, soalnya masyarakat sudah tidak bisa lewat sama sekali. Ada jalan alternatif, namun jauh sekali dari sini dengan waktu tempuh sekitar 20 menit,” kata Hendri pemuda setempat. 

Lampiran Gambar
Penampakan daerah aliran sungai usai banjir November 2025. Ghafar

Ia menceritakan, masyarakat awalnya menunggu bantuan dari pemerintah untuk perbaikan jembatan tersebut, namun tak kunjung datang. Sedangkan aktivitas masyarakat untuk bekerja, berjualan, hingga sekolah membutuhkan akses untuk menyeberang.  “Kalau menunggu bantuan datang, warga tidak bisa sekolah, tidak bisa ke kebun, tidak bisa jual hasil panen,” ujarnya.

Hendri bersama pemuda setempat menjadi operasional rakit tersebut. Sejak Subuh hari mereka sudah mulai mengeratkan tali-tali serta kondisi rakit yang akan ditarik sepanjang hari. 

“Pada pagi hari ketika hari biasa, antrean bahkan mengular karena banyak pelajar dan pekerja yang harus melintas bersamaan,” ujar Hendri di sela-sela menarik rakit.

Hendri sendiri mengaku khawatir akan keselamatan, terutama ketika debit sungai naik setelah hujan turun di hulu Sungai Batang Anai. Mereka bahkan terpaksa tidak menarik rakit tersebut jika kondisi air sungai membahayakan.

Warga yang menaiki rakit tersebut tidak dikenakan biaya tetap, namun di ujung penyeberangan ada ember iuran sukarela untuk menampung sumbangan warga yang nantinya digunakan untuk operasional dari rakit.

Pejabat Wali Nagari Anduriang, Henyunis mengatakan pemerintah nagari telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah dan berharap pembangunan jembatan darurat segera dilakukan. Menurutnya, putusnya jembatan bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat setiap hari.

Ia mengaku khawatir apabila debit sungai meningkat sewaktu-waktu, terutama memasuki musim hujan. “Rakit ini yang sifatnya hanya darurat. Tapi karena belum ada akses lain yang terdekat, masyarakat terpaksa menggunakannya,” katanya.

Henyunis mengatakan jembatan tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan dan layanan kesehatan warga. Setidaknya ada sekitar 5.000 warga nagari yang sangat bergantung pada jembatan itu untuk mobilitas.

“Masyarakat di sini banyak berkegiatan di Kayu Tanam, mulai dari sekolah dan aktivitas pasar. Sedangkan untuk alternatif di Jembatan Padang Lapai cukup jauh dari Nagari Anduriang,” katanya

PR Penanggulangan Bencana

Selain jembatan Anduriang, beberapa proyek penanggulangan bencana banjir bandang dan longsor masih dalam pengerjaan. Seperti hunian tetap yang dijanjikan pemerintah pada Juli 2026, akses jalan yang masih belum rampung diperbaiki, serta program stimulus ekonomi untuk penyintas bencana yang kehilangan mata pencaharian. 

“Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa enam bulan pascabencana yang melanda, proses rehabilitasi dan rekonstruksi belum selesai dilakukan. Bahkan di lapangan ada kita temukan perbaikan mandiri yang dilakukan oleh masyarakat,” ujar Ketua Posko Sumbar Pulih Khalid Syaifullah.

Halaman:

Baca Juga

Rekap Bencana, BPBD Laporkan Banjir dan Longsor di Agam-Pasaman Barat
Rekap Bencana, BPBD Laporkan Banjir dan Longsor di Agam-Pasaman Barat
angka kecelakaan Sumbar | 1 Calon Periwira Polisi di Sumbar Positif Covid-19
Polwan Polda Sumbar Korban Dugaan Pelecehan Seksual Mengaku Diancam dan Didesak Damai
polda sumbar
Diduga Dilecehkan di Ruang Kerja Atasan, Polwan Polda Sumbar Buka Suara
Ilustrasi
Siswi SD Negeri 33 Rawang Padang Meninggal Dunia, Diduga Korban Perundungan
Wanita di Pasaman Dipersekusi
Polwan Polda Sumbar Diduga Alami Pelecehan Seksual, Pelaku Perwira Pangkat AKBP 
Respons Wali Kota Bukittinggi usai Dipolisikan di Polemik Lahan Universitas Fort De Kock
Respons Wali Kota Bukittinggi usai Dipolisikan di Polemik Lahan Universitas Fort De Kock