Langgam.id — Aspirasi warga Dusun Bose, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, terkait keterbatasan listrik mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana kembali mengunjungi warga Dusun Bose, Sabtu (22/8/2026), sekaligus menyerahkan bantuan pembangkit listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama pengolahan ikan asin.
Kunjungan tersebut merupakan yang kedua dilakukan Rinto Wardana ke Dusun Bose. Pada kunjungan sebelumnya, warga menyampaikan keluhan mengenai minimnya penerangan yang berdampak pada aktivitas nelayan dan pengolahan hasil tangkapan.
Selama ini, warga yang pulang melaut pada sore atau malam hari tidak dapat langsung mengolah ikan karena keterbatasan listrik. Proses pengolahan terpaksa ditunda hingga pagi sehingga berpotensi memengaruhi kualitas ikan yang akan diasinkan.
“Saya datang kembali karena apa yang disampaikan masyarakat pada kunjungan sebelumnya harus kita tindak lanjuti. Pemerintah tidak boleh hanya mendengar, tetapi harus hadir dan memberikan solusi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujar Rinto.
Menurutnya, bantuan listrik bukan sekadar untuk penerangan, tetapi juga diharapkan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
“Listrik ini bukan hanya soal penerangan rumah, tetapi bagaimana kita membantu masyarakat meningkatkan produktivitas. Setelah pulang melaut, ikan bisa langsung diolah sehingga kualitasnya lebih terjaga dan nilai jualnya juga meningkat,” katanya.
Bantuan tersebut diakomodasi melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Masyarakat menerima dua unit genset silent berbahan bakar diesel satu fase dengan kapasitas masing-masing 12 KVA. Bantuan juga dilengkapi jaringan kelistrikan berupa kabel SR/Twist Aluminium minimal 2×35 mm² dari lokasi genset hingga rumah warga.
Selain itu, disediakan aksesori tarikan, box panel, serta sakelar COS manual berkapasitas 50 ampere.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Rinto Wardana kepada masyarakat Dusun Bose. Dalam kegiatan itu turut hadir anggota DPRD Kepulauan Mentawai Kornelius, Dandim 0319 Mentawai, serta Danlanal Kepulauan Mentawai.
Dusun Bose selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan asin di Mentawai. Karena itu, peningkatan dukungan terhadap pengolahan hasil tangkapan dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekonomi produk masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, warga kembali menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung aktivitas ekonomi, di antaranya bantuan alat tangkap ikan dan permodalan usaha.
Warga juga mengusulkan bantuan penerangan berbasis tenaga surya atau panel surya yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan di luar wilayah perairan sekitar permukiman.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rinto mengatakan pemerintah daerah akan melihat kemungkinan mengakomodasinya melalui program yang tersedia.
“Saya akan mendorong agar kebutuhan masyarakat ini dapat kita lihat dan kita akomodir melalui program pemerintah daerah. Kita akan sesuaikan dengan kewenangan, kemampuan anggaran, dan program yang tersedia,” tegasnya.
Ia mengatakan pembangunan di wilayah kepulauan tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin pembangunan ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kalau masyarakat nelayan kita bantu alat tangkapnya, hasil tangkapannya harus bisa diolah dengan baik, kemudian dipasarkan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga,” jelasnya.
Rinto berharap bantuan listrik tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi sekaligus kualitas ikan asin Bose.
“Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan. Kita ingin ikan asin Bose tidak hanya menjadi produk masyarakat setempat, tetapi bisa menjadi salah satu produk unggulan Mentawai yang semakin dikenal di luar daerah,” ujarnya.
Pemkab Kepulauan Mentawai berharap dukungan tersebut mampu meningkatkan produktivitas warga, memperbaiki kualitas pengolahan hasil laut, serta mendorong ikan asin Bose menjadi produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing lebih tinggi. (HER)






