Buntut PPDB Online SMP di Padang, Ratusan Emak-emak Marah dan Kejar Kadis

Emak-emak Kejar Kadis

Para orang tua peserta didik mengejar mobil dinas kepala dinas pendidikan kota Padang. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap II untuk tingkat SMP di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) menuai protes ratusan orang tua siswa.

Sejak Selasa (7/7/2020) pagi hingga sore, mereka menuntut kepastian nasib kelanjutan pendidikan anak-anak mereka ke kantor DPRD Kota Padang.

Saking kecewanya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi beserta jajarannya yang hadir dalam rapat bersama anggota dewan, diserang orangtua siswa. Habibul dikejar saat menuju masuk ke dalam mobil dinasnya.

Beberapa petugas dari Satpol PP Kota Padang yang berada di lokasi, tidak bisa menahan amarah para orang tua calon siswa yang mayoritas emak-emak. Kondisi ini cukup membuat Habibul serta jajarannya kesulitan masuk ke mobil dinas.

“Anda harus bertanggungjawab. Kenapa anak saya tidak diterima di sekolah,” ucap salah seorang emak-emak saat mengejar mobil dinas Habibul.

Sebelumnya, ratusan orang tua ini telah memenuhi gedung DPRD Kota Padang menunggu hasil rapat antara DPRD dengan Dinas Pendidikan Kota Padang tentang penerimaan siswa SMP melalui PPDB online.

Baca juga : Polemik PPDB SMP, Ombudsman Sumbar Segera Panggil Disdik Padang

Salah seorang orang tua siswa, Fauzan mengatakan, aturan yang telah dibuat oleh Kementrian Pendidikan tidak sanggup diterjemahkan oleh Pemko Kota Padang melalui dinas pendidikan.

“Ekonomi sudah susah, masuk sekolah juga susah. Anak kami yang tidak cukup usianya dengan nilai baik tidak diterima di sekolah negeri melalui jalur zonasi. Jujur anak kami korban dari sistim yang dibuat oleh Dinas Pendidikan,” sesalnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Usriadi, orang tua peserta didik lainya yang ikut hadir saat itu. Usia anaknya yang tidak cukup, dengan sangat terpaksa mengistirahatkan anaknya dalam melanjutkan sekolah ke tingkat SMP.

“Saya tidak mampu menyekolahkan anak saya di sekolah swasta. Dengan sangat menyesal, saya harus mengistirahatkan anak saya dalam melanjutkan sekolah. Jujur, saya tidak ada uang membiayai anak saya untuk bersekolah di swasta,” keluhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul menjelaskan, yang menjadi kendala bagi pihaknya dinas adalah keterbatasan sekolah dan jumlah guru yang bisa mengajar di tingkat SMP. Selain itu, hasil PPDB tahap II di Kota Padang tetap akan mengeluarkan hasil akhir melalui zonasi.

“Saat tahun 2020 ini, jumlah tamatan SD di Kota Padang berjumlah 15.836 siswa, sedangkan daya tampung SMP negeri yang ada di Kota Padang hanya sanggup menampung 8.697 siswa,” katanya.

 

Artinya, kata Habibul, dari tahun ke tahun jumlah tamatan SD yang dapat di terima di SMP negeri di kota Padang cuma dapat menampung 60 persen dari total siswa SD yang tamat. Sisanya, ditampung di Kemenag dan sekolah swasta.

“Untuk jumlah siswa dalam satu lokal berjumlah 24 rombongan belajar. Penerimaan siswa SMP pada tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. PPDB tingkat SMP yang kita terima hampir sama seperti tahun sebelumnya melalui jalur prestasi, zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua,” tuturnya.

Baca juga : Hari Terakhir Pendaftaran PPDB Online, Puluhan Orang Tua Siswa Datangi Disdik Sumbar

Habibul mengakui, permasalahan yang timbul saat ini adalah calon siswa SMP tidak diterima yang disebabkan oleh faktor usia. Dalam Permendiknas nomor 44 tahun 2019 dijelaskan bahwa usia maksimal penerimaan siswa SMP maksimal berusia 15 tahun.

“Seharusnya usia anak yang masuk SD itu tepat berusia 7 tahun. Jika kurang dari 7 tahun akan menjadi korban dalam penerimaan siswa SMP memalui jalur PPDB yang akan datang. Apalagi pada saat ini, jika melalui zonasi alamat saling berdekatan, karena faktor usia, maka siswa tersebut tidak bisa diterima di SMP sesuai area zonasi,” jelasnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Foto Pemain baru Semen Padang FC Rezaldi Hehanussa (tengah) usai membawa Persija Juara Liga 1 pada 2018
Rezaldi Hehanussa Siap Bawa Semen Padang FC Kembali ke Liga 1
Cerita Pengendara Terjebak Macet di Sitinjau Lauik Selama 12 Jam
Cerita Pengendara Terjebak Macet di Sitinjau Lauik Selama 12 Jam
Ronaldo Kwateh menjalani debut saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malam (19/09/2025)
Eks Pemain Semen Padang FC Tagih Tunggakan Gaji, Manajemen: Tunggu Dana Sponsor
Pemerintah Kota Padang mengajukan pengadaan 1.540 unit tablet Android senilai Rp3 miliar dalam APBD Kota Padang 2026. Ilustrasi Canva
Pemko Padang Anggarkan Rp3 Miliar Lebih Beli 1.500 Tablet Android
Revitalisasi Pasar Raya Padang, Relokasi Pedagang Ditargetkan hanya Sampai September
Revitalisasi Pasar Raya Padang, Relokasi Pedagang Ditargetkan hanya Sampai September
Lokasi sementara untuk pedagang terdampak revitalisasi Pasar Raya. Fajar
Revitalisasi Pasar Raya, Pemko Sediakan Area Sementara untuk Pedagang