Langgam.id – Banjir kembali merendam SMP Negeri 41 Padang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 17 dari total 19 ruangan sekolah terdampak banjir, sementara pihak sekolah masih melakukan pembersihan lumpur secara swadaya hingga Senin (12/10/2026).
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar untuk sementara ditiadakan. Guru dan siswa yang terlibat dalam kegiatan gotong royong tampak membersihkan ruang kelas yang dipenuhi endapan lumpur.
Pantauan Langgam.id di lokasi, lumpur mengotori lantai, meja, kursi, serta sejumlah fasilitas sekolah. Endapan lumpur juga terlihat di lapangan basket dan beberapa bagian lainnya.
Kepala SMPN 41 Padang, Amridas, mengatakan hanya dua ruangan di lantai dua yang tidak terdampak banjir. Sekolah tersebut memiliki 14 rombongan belajar dengan total 409 siswa.
“Ruangan jumlah total semuanya 19. Hanya dua yang tidak kena yaitu di lantai dua, sedangkan sebanyak 17 ruangan lainnya terdampak,” kata Amridas.
Meski sebagian besar ruangan terdampak, ia memastikan peralatan sekolah masih dalam kondisi aman berdasarkan pemeriksaan sementara.
“Kalau untuk peralatan sekolah, alhamdulillah aman semua,” ujarnya.
Amridas menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan langkah antisipasi sejak Jumat (9/10/2026) dengan mengacu pada pengalaman menghadapi banjir sebelumnya. Namun, hujan deras pada Sabtu menyebabkan debit air sungai yang berada tepat di belakang sekolah meningkat dengan cepat hingga menggenangi kawasan sekolah.
“Antisipasi sudah dilaksanakan pada hari Jumat karena kami sudah menjalankan prinsip preventif. Saat ini, kami sudah belajar dari pengalaman bahwa banjir di sini tidak bisa diduga,” katanya.
Untuk mempercepat pembersihan, pihak sekolah melibatkan perwakilan OSIS dan masing-masing 10 siswa dari setiap kelas. Sementara itu, siswa lainnya tidak diwajibkan datang ke sekolah selama kegiatan belajar mengajar ditiadakan.
Namun, proses pembersihan masih terkendala keterbatasan peralatan dan minimnya bantuan dari pihak terkait. Sekolah membutuhkan alat berat untuk membersihkan endapan lumpur yang menumpuk di sejumlah area.
“Kendala kami sekarang adalah alat berat untuk pembersihan dan partisipasi dari pihak-pihak yang kompeten untuk membantu kami,” ungkap Amridas.
Hingga Senin pagi, pihak sekolah mengaku belum menerima bantuan. Pembersihan masih mengandalkan tenaga guru dan siswa secara swadaya. Selain itu, ketersediaan air untuk membersihkan ruangan juga menjadi kendala.
“Bantuan belum ada, kami membersihkan secara swadaya saja. Kebetulan air juga bermasalah, lalu anak-anak mengambil air dengan timba ke sungai,” kata Amridas.
Banjir kali ini menambah beban pemulihan SMPN 41 Padang setelah kejadian serupa pada Agustus 2026. Saat proses pembersihan dari banjir sebelumnya masih berlangsung, banjir kembali datang sehingga sejumlah ruangan harus dibersihkan ulang.
Amridas berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan bantuan, terutama berupa alat berat dan tenaga untuk mempercepat proses pembersihan.
Dengan dukungan tersebut, ia berharap kondisi sekolah segera pulih sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. (HER)






