Langgam.id – Kepala SMP Negeri 41 Kota Padang, Amridas menyebut banjir yang merendam sekolahnya pada Senin (3/8/2026) merupakan bencana paling parah yang pernah terjadi sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada awal 2024.
Menurut Amridas, selama memimpin SMP Negeri 41 Kota Padang yang berada di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, banjir telah terjadi sebanyak tiga kali. Namun, banjir kali ini meninggalkan dampak paling besar karena endapan lumpur yang tebal memenuhi hampir seluruh area sekolah dan merusak berbagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Selama saya menjadi kepala sekolah sejak awal 2024, ini merupakan banjir yang paling parah. Lumpur yang masuk sangat tebal dan banyak peralatan sekolah yang terdampak,” ujarnya saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, banjir pertama terjadi pada April 2024. Saat itu, genangan masih dapat ditangani sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung dalam waktu relatif singkat.
“Banjir kembali terjadi pada November 2025. Meski sempat menggenangi lingkungan sekolah, proses pembersihan dapat segera dilakukan sehingga sekolah kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.
Namun, banjir yang melanda pada Senin (3/8/2026) meninggalkan kerusakan yang jauh lebih besar dibandingkan dua kejadian sebelumnya.
“Material lumpur masuk ke ruang-ruang kelas dan mengendap hampir di seluruh pekarangan sekolah sehingga proses pembersihan membutuhkan waktu lebih lama,” terang Amridas.
Amridas mengatakan, berbagai upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan pihak sekolah. Namun, letak sekolah yang berada di dekat aliran sungai membuat kawasan tersebut tetap memiliki risiko tinggi terdampak banjir saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Padang.
“Karena posisi sekolah dekat sungai, ketika hujan deras, potensi air meluap dan masuk ke lingkungan sekolah memang cukup besar,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan proses penataan ulang ruang kelas dan fasilitas belajar akan segera dilakukan
“Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secepatnya setelah seluruh area sekolah selesai dibersihkan dari sisa material banjir,” tutupnya. (HER)






