Update Banjir Bandang Kota Padang: 9 Orang Meninggal Dunia

Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD

Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD

LAGGAM.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Padang melaporkan kembali jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang menjadi sembilan orang.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyebutkan data sementara sudah ditemukan delapan korban meninggal karena hanyut terbawa banjir.

“Sembilan warga yang meninggal dunia hanyut terbawa arus sungai yang meluap. “Seluruh korban sudah kita evakuasi,” jelas Hendri, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, empat dari korban banjir bandang tersebut masih belum bisa dievakuasi. Korban meninggal berasal di Kecamatan Koto Tangah, Lubuk Minturun. Kemudian warga Ukur Koto, dan satu korban Pasie Nan Tigo.

Selain itu, Hendri menjelaskan, akibat bencana ini, sebanyak 31.845 warga terdampak banjir. Kecamatan terbesar yang terdampak yakni di Kecamatan Koto Tangah sebanyak 21.488 jiwa. Kemudian disusul Kecamatan Padang Utara sebanyak 4.898 jiwa.

“Sementara warga yang mengungsi sebanyak 17.220 jiwa,” jelanya.

Data Pusdalops BPBD Padang juga mencatat, sebanyak 156 unit rumah rusak di Kota Padang. Lokasi terbanyak mengalami kerusakan yakni di Kecamatan Pauh sebanyak 80 unit rumah.

“Kerusakan beragam, ada yang rusak berat, sedang maupun rusak ringan,” tutur Hendri Zulviton.

IA menambahkah, hingga saat ini Pusdalops BPBD Padang terus mendata jumlah kerugian maupun korban terdampak. Pusdalops akan terus melakukan update data terkini setiap harinya.(fx)

Baca Juga

Orang Tua Peserta Protes Nilai Paskibraka Nasional Berubah, Kesbangpol Sumbar Sebut Penilaian Belum Final
Orang Tua Peserta Protes Nilai Paskibraka Nasional Berubah, Kesbangpol Sumbar Sebut Penilaian Belum Final
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan pasangan suami istri. (Foto: Polres Solok)
Pilu Pasangan Suami Istri Meninggal Ditabrak Truk di Solok, Balita Korban Patah Kaki
Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Polda Kaltara)
Menakar Nyali Irjen Djati “Bersih-bersih” Tambang Emas Ilegal di Sumbar
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda
Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.
Tarik Ulur Pembongkaran Bangunan Lembah Anai, dari Maladministrasi hingga Putusan Sela 
Peserta antusias mengikuti seminar. (Foto: Istimewa)
HGI Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda