Bakal Deklarasi Prabowo Capres, Pengamat: Keberpihakan Pemilih Berkurang

Paling tidak kita dapat mengetahui partai politik mana yang memiliki mesin politik yang tangguh di akar rumput.

Guru Besar Ilmu Politik Unand Asrinaldi. (Foto: Dok. Langgam.id)

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bakal Deklarasi Prabowo Capres, Pengamat: Keberpihakan Pemilih Berkurang.

Langgam.id – DPD Partai Gerindra Sumatra Barat bakal menggelar deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) 2024. Meski dianggap wajar, keberpihakan pemilih di Sumbar diprediksi pengamat akan berkurang dibanding periode lalu.

“Rencana deklarasi yang akan dilakukan DPD Gerindra Sumbar merupakan hal yang wajar,” kata pengamat sekaligus pengajar ilmu politik di FISIP Unand Asrinaldi pada Langgam.id, Senin (7/2/2022).

Bagaimana tidak, gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, Prabowo sukses mendulang suara besar di Sumbar. Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Sandiaga Uno berhasil meraup 85,95 persen atau 2.488.733 suara.

Berdasarkan rekapitulasi KPU, persentase perolehan suara Prabowo-Sandiaga di Sumbar merupakan yang terbesar di Indonesia. Disusul Aceh di posisi kedua, NTB di posisi tiga, Kalimantan Selatan di urutan keempat dan Banten di posisi kelima.

Namun, dengan bergabungnya Prabowo ke dalam kabinet Jokowi-Ma’Ruf, sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, menurut Asrinaldi akan turut mempengaruhi segmentasi pemilihnya di Sumbar. Dinamika politik 2019 akan berbeda dengan tahun 2024 nanti.

“Kita tahu bahwa pendukung-pendukung Prabowo merupakan pemilih yang anti Jokowi. Dan dinamikan 2024 nanti akan berbeda,” kata Asrinaldi melalui sambungan teleponnya.

Asrinaldi menilai, dukungan pada Prabowo tak terbendung kala itu lantaran posisi oposisi pada pemerintah. Namun seakrang, kata dia, eks menantu Presiden Soeharto itu bergabung dengan koalisi Jokowi.

“Ketika Prabowo bergabung dengan Jokowi, suara maksimal itu menurut saya cenderung akan berkurang,” katanya. Terlebih saat ini muncul beberapa nama yang digadang-gadang maju sebagai Capres di 2024.

Ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Puan Maharani dan beberapa nama lainnya. Otomatis masyarakat Sumbar memiliki beberapa pilihan lain nantinya.

“Dulu persaingan hanya Prbaowo dan Jokowi, tapi hari ini muncul nama baru. Preferensi itu tentu akan turut mengurangi keunggulan Prabowo di Sumbar,” tutur Asrinaldi.

Menurutnya segmentasi pemilih Anies dan Prabowo memiliki kesamaan. Ini juga akan jadi persoalan yang akan dihadapi Prabowo. Terlebih, kata dia, baru-baru ini, Anies mendapat sokongan dari masyarakat Sumbar.

“Tergantung bagaimana Prabowo berhasil dalam kampanye. Yang jelas, sedikit banyaknya hal itu turut mempengaruhi suara Prabowo di Sumbar,” katanya. Hanya saja, Anies belum punya kepastian apakah jadi Capres atau Cawapres.

Baca juga: HUT ke-14, Gerindra Sumbar Gelar Aneka Lomba dan Deklarasi Prabowo Presiden

Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Political Weather Station (PWS), Prabowo masih unggul dibandingkan Anies dan Ganjar Pranowo. Tingkat popularitasnya mencapai 94,2 persen dan tingkat akseptabilitasnya sebesar 71,8 persen.

Diketahui, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade bakal mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Capres di 2024. Deklarasi direncanakan beriringan dengan kegiatan jalan sehat di Kota Bukittinggi bertepatan dengan HUT Gerindra ke-14 Maret mendatang.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak