Atasi Berbagai Persoalan di Masyarakat, Forkopimda Dharmasraya Sepakat Bentuk Satgas

InfoLanggam – Pemkab Dharmasraya bersama Forkopimda sepakat membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengatasi berbagai persoalan ketertiban yang meresahkan warga, seperti pencurian sawit, tambang ilegal, dan balap liar.

Kesepakatan ini diambil dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani di ruang rapat bupati, Jumat (18/7/2025).

Annisa mengungkapkan bahwa masalah keamanan ini bukan hanya urusan hukum, tapi sudah menjadi keresahan sosial. Ia menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pengusaha penimbangan sawit (RAM) yang berpotensi menerima sawit curian.

“Kalau pelakunya itu-itu juga dan terus dianggap ringan, kapan selesai? Kita butuh tindakan hukum yang lebih kuat,” ucap Annisa.

Sekda Dharmasraya, Jasman Rizal menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah konkret. Seperti pemasangan portal pembatas tonase, regulasi angkutan sawit, serta pembentukan tim reaksi cepat lintas instansi.

“Ini bukan soal proyek, tapi komitmen bersama menjaga ketertiban,” beber Jasman.

Ketua DPRD Jemi Hendra mendukung penggunaan STPB (Surat Tanda Penjual Buah) untuk memilah sawit legal dan curian, serta pentingnya edukasi kepada RAM di tingkat nagari.

Dandim 0310/SSD Letkol Czi Joko Stradona menyatakan TNI siap mendukung patroli gabungan dan pengamanan wilayah rawan. Polres melalui Kabag Ops Kompol Eliswantri mengusulkan tim reaksi cepat dan menyebut perlunya pembatas tonase kendaraan untuk mengurangi mobilitas sawit ilegal.

Plt Kepala Badan Kesbangpol Asri mengingatkan pentingnya pendekatan pencegahan terhadap tambang ilegal yang melibatkan warga lokal.

Sementara Wabup Leli Arni menyoroti balap liar sebagai tanda kurangnya ruang ekspresi anak muda dan mendorong solusi yang merangkul mereka.

Plt Asisten I Dharisman menekankan perlunya eksekusi cepat atas hasil rapat ini. “Koordinasi penting, tapi yang lebih penting adalah langsung bertindak,” terangnya.

Pada pertemuan itu, masalah pinjaman online ilegal juga dibahas. Bupati Annisa mengatakan bahwa pinjol sebagai penyebab baru munculnya berbagai kejahatan.

Polres menanggapi bahwa pinjol bisa diproses hukum jika ada unsur ancaman. Sementara Dinas Koperindag sudah membentuk tim edukasi dan advokasi khusus soal pinjol.

Rapat menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya pembentukan tim pengawasan RAM dan angkutan sawit ilegal, percepatan pemasangan portal tonase di jalan kabupaten, pemetaan dan patroli di titik rawan, serta peningkatan koordinasi antarinstansi.

Bupati Annisa menutup rapat dengan menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan yang mengganggu stabilitas daerah.

“Mulai hari ini, tidak ada ruang untuk pencuri, penambang ilegal, atau pembalap jalanan. Kita akan bertindak bersama dan saya akan memantau langsung pelaksanaannya,” ujar Annisa. (*)

Baca Juga

Air bersih padang terganggu
Sudah Salurkan 513 Ribu Liter, Pemkab Dharmasraya Sediakan Hotline untuk Kebutuhan Air Bersih
Dharmasraya Terima CSR Rp1,22 Miliar untuk Pembangunan 30 Unit Rumah Deret
Dharmasraya Terima CSR Rp1,22 Miliar untuk Pembangunan 30 Unit Rumah Deret
Suasana hangat langsung terasa di Rumah Dinas Jabatan Bupati Dharmasraya, Pulau Punjung, Minggu. Setelah santap siang, Bupati Dharmasraya
Rehab Rumah Dinas Bupati Dharmasraya Telan Anggaran Rp1,19 Miliar
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengungkapkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris menjadi salah satu kunci agar generasi muda daerah
Mengingat Kembali Pernyataan Bupati Dharmasraya Annisa yang Tidak Bakal Beli Mobil Dinas
3 Nagari di Dharmasraya Akan Gelar Pilwana 28 Oktober 2026
3 Nagari di Dharmasraya Akan Gelar Pilwana 28 Oktober 2026
Alasan Pemkab Dharmasraya Pilih GWM Tank 500 untuk Mobil Dinas Bupati dan Wabup
Alasan Pemkab Dharmasraya Pilih GWM Tank 500 untuk Mobil Dinas Bupati dan Wabup